Oleh: apit | November 11, 2008

Karya Sastra Jawa Kuno 10

DARMAGANDHUL

Darmagandhul, karya sastra Jawa klasik, berbahasa Jawa baru, berbentuk puisi tembang macapat, bernafaskan Islam dan berisi ajaran tasawuf atau mistik. Suluk ini ditulis oleh Ki Kalamwadi, waktu penulisan hari sabtu legi, 23 ruwah 1830 Jawa. Amanat ajaran dalam teks dituangkan dalam bentuk dialaog antara Ki Kalamwadi dengan Darmagandhul, isi teks menceritakan jatuhnya kerajaan Majapahit karena serbuan tentara Demak Bintara yang dibantu para wali.

Ki Kalamwadi berguru kepada Reden Budi, sementara Raden Budi mempunyai murid bernama Darmagandhul. Darmagandhul menanyakan kepada gurunya mengenai kapan agama Islam itu datang di pulau Jawa. Ki Kalamwadi menjawab bahwa pada zaman Majapahit saat pemerintahan Prabu Brawijaya, permaisuri Prabu Brawijaya membujuk agar beliau beralaih ke agama Islam. Sayid Rahmat atau Sunan Bonang, kemenakan permaisuri Prabu Brawijaya yang berasal dari Campa, diberi tanah di Tuban dan diizinkan untuk menyebarkan agama Islam. Daerah penyebarannya sepanjang pantai utara Jawa, mulai dari Blambangan sampai Banten. Kemudian datanglah Raden Patah, yakni putra Prabu Brawijaya yang lahir di tanah Palembang, yang diberi tanah Demak dan sebagai adipati, juga diizinkan menyebarkan agama Islam. Penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Bonang di daerah Kediri mendapatkan tantangan dari Ki Buta Locaya penguasa di daerah tersebut. Kemudian Sunan Bonang menuju ke desa Bogem, dan merusak arca kuda berkepala dua karya Prabu Jayabaya. Perusakan arca tersebut mendapatkan tentangan Ki Buta Locaya yang mendesak agar Sunan Bonang pergi dari daerah itu. Patih Gajah Mada menghadap Prabu Brawijaya dan memberitahukan bahwa tanah Kertasana rusak akibat perbuatan Sunan Bonang. Akhirnya, Prabu Brawijaya memerintahkan agar mengusir kaum Islam dari daerah Majapahit, kecuali kaum muslimin yang tinggal di Ngampelgading dan Demak, Sunan Bonang dan Sunan Giri menyingkir ke Tuban dan berlindung ke Demak.

Perlawanan antara pasukan Prabu Brawijaya dengan Sultan Demak , dalam pertempuran sengit itu tentara Majapahit hancur, Gajah Mada gugur di medan laga. Kemudian orang-orang Majapahit yang takluk kepada Demak diperintahkan masuk agama Islam. Akhirnya Sultan Patah yang didukung oleh para wali pergi ke Ngampeldenta untuk menghadap neneknya. Neneknya Nyai Ngampeldenta sangat menyesal perbuatan yang dilakukan oleh Sultan Patah dalam melawan ayahnya.

Ia mempermasalahkan Sultan Patah beserta para wali yang tidak baik misalnya budi kepada Prabu Brawijaya. Ia memberikan beberapa contoh yang tidak baik misalnya kejadian di Mesir yang dialami Nabi Daud, perebutan kekuasaan yang dilakukan Prabu Dewatacengkar terhadap ayahnya, Prabu Sindhula dan peristiwa Prabu Danapati raja Lokapala melawan ayahnya, Sang resi Wisrawa.

Contoh-contoh tersebut merupakan permusuhan antara anak melawan ayahnya, seperti halnya yang dilakukan oleh Sultan Patah terhadap Prabu Brawijaya. Dengan adanya penjelasan dari neneknya tadi, maka Sultan Patah sangat sedih dan menyesal atas segala perbuatannya. Ahkirnya Sunan Kalijaga diutus untuk mencari Prabu Brawijaya dan memohon kepadanya agar bersedia kembali menjadi raja Majapahit. Sekembalinya Sultan Patah ke Demak di sambut dengan gembira. Ia menceritakan hal itu kepada Sunan Bonang, akhirnya Sunan Bonang memberikan penjelasan secara panjang lebar bahwa perlawanannya terhadap ayahnya itu tidak berdosa, karena ayahnya seorang kafir.

Sunan Kalijaga menjumpai Prabu Brawijaya di Blambangan untuk menyampaikan tugasnya. Karena kepandaian Sunan Kalijaga maka bersedialah Prabu Brawijaya kembali ke Majapahit. Ia sangat tertarik atas keterangan Sunan sehingga prasangka buruk akan agama Islam sedikit banyak hilang. Bahkan ia bermaksud untuk masuk agama Islam secara lahir maupun batin.

Penyebaran agama Islam terhadap punakawan Prabu Brawijaya, yakni Sabdapalon dan Nayagenggong, yang berakhir dengan penolakan ( tidak berhasil ) Sabdapalon menilai bahwa Prabu Brawijaya telah menyimpang dari para pendahulunya yang melestarikan agama Budha. Sunan Kalijaga berusaha menghibur hati Prabu Brawijaya utuk bahwa ajaran agama Islam itu baik dan diridhoi Tuhan. Sunan bersabda bahwa air telaga itu berbau wangi, dan terjadilah demikian. Setelah selama seminggu dalam perjalanan yang melewati Panarukan, Besuki dan Prabalingga akhirnya sampailah di Ngampeldenta.

Jatuhnya Kerajaan Majapahit atas serangan Demak yang dilukiskan secara simbolis. Darmagandhul juga minta penjelasan tentang agama Nasrani yang kemudian dijelaskan oleh Kalamwadi. Disebutkan bahwa agama Nasrani itu dibawa oleh Nabi Ngisa, Putra Tuhan. Dijelaskan pula, bahwa sebenarnya Sultan Demak merasa menyesal atas penyerbuannya ke Kerajaaan Majapahit. Ia merasa berdosa melawan ayahnya. Bahkan ia merasa pula bahwa pengangkatannya sebagai Sultan Demak itu juga dari ayahnya. Akan tetapi semuanya telah terjadi, maka Sultan Demak dengan bersedih hati kembali ke Demak. Darmagandhul menguraikan tentang sebab-sebab Nabi Adam dan Ibu Kawa turun dari surga terkena marah Tuhan. Darmagandhul tidak mengetahui bagaimana pandangan kitab Jawa tentang Nabi Adam itu. Ki Kalamwadi menjelaskan bahwa orang Jawa tidak mempunyai kitab yang menceritakan tentang pengusiran Tuhan terhadap Nabi Adam dan Ibu Kawa itu. Kitab yang menjadi pegangan raja hanyalah Manikmaya. Darmagandhul juga menguraikan pendapatnya bahwa baginda, baik agama itu harus konsekuen mengerjakan peraturan yang ada di dalamnya. Namun, yang paling baik bagi orang Jawa adalah agama Budi, sebab agama Budi telah dianut sejak dahulu kala.

Perbedaan agama Islam, Nasrani, Cina dan Jawa. Ki Kalamwadi mencela orang yang naik haji ke Mekah dengan mengharapkan kelak masuk surga. Konon ada anggapan bahwa yang datang naik haji ke Mekah dan mencium kakbah akan terhapus dosanya dan nantinya masuk surga. Hal itu itu tidaklah benar. Orang akan masuk surga apabila dirinya bersih. Perbedaan adanya utusan dan kitab yang menjadi pegangan itu berbeda. Kalamwadi menjawab bahwa itulah kebebasan yang diberikan Tuhan agar manusia memilih agama yang menjadi kesenangannya. Meskipun demikian, agama Budi bagi orang Jawa tetap lebih tinggi dan sesuai.

Kalamwadi membentangkan ajaran itu kepada istrinya, Perjiwati, mengenai hal keutamaan dalam hidup dan mengenai ajaran perkawinan. Bekal perkawinan itu bukannya rupa dan harta akan tetapi hati. Perkawinan diibaratkan sebagai galah dan kemudi, yang masing-masing harus sejalan. Diuraikan pula mengenai 4 kemuliaan, yaitu: (1) kemuliaan yang lahir dari diri sendiri, (2) yang lahir dari harta benda pemilik, (3) kemuliaan karena kepandaiannya, (4) kemuliaan karena pengetahuannya. Generasi sekarang tidak boleh meremehkan generasi pendahulunya (orang kuna).

Menurut Ki Kalamwadi disebutkan bahwa bekas kerajaan Prabu Brawijaya tidak terletak di Kediri, akan tetapi terletak di Daha. Akhir kehidupannya, Prabu Jayabaya muksa diiringkan oleh Patih Tunggulwulung dan Nimas Ratu pagedhongan. Tunggulwulung diperintahkan menjaga Gunung Kelud sedangkan Nimas ratu Pegendhongan menjadi raja jin penguasa laut selatan dengan gelar Ratu Angin-Angin.


Responses

  1. Dear Penulis,
    Saya sangat senang dengan sastra jawa, namun saya kesulitan mendapat sumber sastra jawa tersebut. Pada masa kecil saya sering baca majalah Joyo Boyo ( tahun 80an )
    Bagaimana saya dapat bacaan masalah sastra jawa?

    Matursuwaun,
    kusno

    • Ass.Wr.Wb saya ingin mengklarifikasi sesuai pengetahuan saya bahwasanya dalam buku yang saya baca tentang Gjah Mada beliau wafat saat pemerintahan Majapahit masih dipegang oleh PRABU HAYAM WURUK. tetapi di tulisan ini Gajah Mada wafat saat penyerangan Demak.Sebenarnya mana yg bnar…tolong penjelasannya..?

  2. saya sangat tertarik dengan kitab-kitab jawa kuno, namun saya ingin tahu banyak tentang isi dari kitab-kitab tersebut. seandainya penulis memiliki kitab jawa kuno saya ingin sekali mendapatkan attachment salinan dari isi kitab tersebut. maturnuwun

  3. saya juga sangat tertarik dengan sastra jawa,sangat menarik,kebetulan saya juga dapat tugas tentang sastra jawa,tapi masih banyak kesulitan.jika penulis punya buku sastra jawa tersebut,bolehkan dipinjam??kira2 sastranya mana ya..

  4. Saya berharap banyak yg bisa menterjemahkan bahasa2 hakikat dalam kitab2..dengan tabularasa..

  5. saya juga tertarik budaya jawa, tapi susah ya cari buku buku jawa yang orsinil. kira kira di manaya????

    • aku punya kitab ori, kitab ke 5 dari 7 kitab

      namanya lintang 5

  6. Bagus sekali cerita anda, ada kejujuran didalam menggambarkan kejadian yang sesunggughnya, serta ajaran kebenaran yang mestinya di mengerti olah manusia beragama. terima kasih.

  7. saya sangat tertarik dengan kitab-kitab jawa kuno, namun saya ingin tahu banyak tentang isi dari kitab-kitab tersebut. seandainya penulis memiliki kitab jawa kuno saya ingin sekali mendapatkan attachment salinan dari isi kitab tersebut. maturnuwun

  8. maaf sebelumnya saya sangat 2 simpati dgn ajaran jawa kuno krn didlam nya ada filusufi tinggi. namun dalam tulisan diatas saya kurng setuju mengenai pembahasan agama didalamnya krn agama itu mengenai keyakinan jadi cocok tidaknya tidak boleh di bahas, mana yang paling benar mana yang paling cocok biarkan alami mengalir menurut hati dan daya fikir masing2 individu. terimakasih

    • salam kangen untuk istri tercinta si dokter gigi..

  9. ini tulisan bagus,,,,,tapi ada salah satu sejarah yang tidak sesuai dengan pelajaran sejarah yang saya ketahui,,,,,,,

    tentang Maha Patih Gajah Mada.

    ini sejarah asli atau rekayasa ? tolong dijelaskan Gan…

  10. saya sangat kesulitan mengenai pencarian bahan perbedaan sastra jawa dan sastra melayu

  11. tlg kasih penjelasan tentang majapahit yang sino ilang kertaning bumi

  12. ngelmu iku angel yen durung ketemu, nanging yen wis ketemu angel cak-cak’ane. kabeh mau gumantung saka krenteg pribadine dhewe. kawula gadhah batangan kagem para sedherek, apa sejatine kang bisa madhangi jagad sak isine ?

  13. Pengetahuan saya mengenai sastra sangat sedikit tap saya sangat menyukai sastra… makasih atas ilmunya gan…

    salam kenal…:-)

  14. sastra jawa kuno puniko saget damel pepeling bab ingkang dereng natos kito pangertosi,sebab kito sedoyo puniko kalebet tiyang ingkang taksih enggal,utawi saget dipun wastani generasi enggal mawi kito kedah mangerstosi bab asal usul ipun bab puniko.ning sampun ngantos kito puniko mboten mangertosi sejarahipun kito sebagai generasi kedah saget mangertosi wos wos ipun,puniko ingkang utami

  15. Pak Penulis, hati-hati terhadap penyebaran sejarah
    bisa jadi fitnah yang sangat besar , sepertinya sampean ini kurang dapat referensi sumber sejarah yang akurat.
    sampean bisa jadi malah membuat fitnah untuk para Waliyulloh.
    sebenarnya dalam sejarah babad tanah jawi,dari banyak sumber bahwa yang menyerang kerajaan Majapahit adalah Kerajaan Girindharwo
    dari Kediri.
    dan kelihatan bohongnya adalah : sejatinya yang pertama masuk Waliyulloh di tanah jawa ini adalah Sunan Gresik ( Maulana malik Ibrahiem ) pada tahun 1.400 an
    nah Sunan Gresik ini mempunyai anak bernama Sunan Ampel
    kemudian Sunan Ampel mempunyai anak : Sunan Drajad dan Sunan Mbonang.
    Sumbar ( lihat Sejarah Silsilah para Wali songo )
    sedangkan Runtuhnya Kerajaan Majapahit adalah pada Tahun 1.200 an.
    jadi bagaimana bisa nyambung ini cerita.
    dan pengarangnya si Kalam wadi ( atau artinya nama yg tersembunyi
    atau sama saja pengecut ) yang dia buat tahun 1.830
    jadi jarak 600 tahun kok si kalam wadi ini bisa-bisanya buat cerita
    seperti dia mengalami jaman itu.
    ini serat dharmo gandul adalah cerita orang yang sakit hati terhadap majunya perkembangan Islam.
    dan sekarang ini yang berusaha menghancurkan Islam adalah kaum Wahabi
    yang mereka menganggap dirinya paling benar dan mnegharamkan tahlilan,dziarah kubur dll )
    marilah selalu perdalam ilmu, agar tidak tersesat.

  16. saya tdk memihak kepada siapa pun, islam, atau kristen,, tp yg jelas jawa punya sejarah sendiri, harap kepada para pakar untuk menceritakan dgn jujur tanpa mementingkan kelompok tertentu, org jawa dari dulu terkenal santun dan arif dgn kebiasaan dan pedoman mereka, bahkan sebelum islam dan kristen masuh. karena generasi skr membutuhkan sejarah yg benar, bukan di boncengi kepentingan kelompok tertentu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: