Oleh: apit | Februari 13, 2008

Dia Yang Kasihan, Serasa Pangeran

By: elKaban13

Kamu terlalu banyak berceloteh
Hingga lupa dirinya banyak yang menoleh
Lalu kau caci dirinya dan diri sendiri
Lho, apa dia tlah kau miliki?
Sadar, bung! sebelum “iya” masih milik bersama
Kalau sudah “tidak”, pergi jauh-jauh
Sebelum aku melihatmu jenuh
Dia pernah bilang, kamu yang terdepan
Sedang yang lain sejak lama tenggelam
Tapi kau malah angkuh, bilang butuh
dan ngga takut kehilangan. Merasa pangeran?
Halah…mereka bilang itu bahasa lelaki
Disambet orang, baru kau cuci-kaki
Pergi sana…teruskan hidupmu dalam mimpi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: