Oleh: apit | Desember 28, 2007

Al-Qaeda Klaim Perintah Bunuh Benazir

Islamabad, 28 Desember 2007 14:54
Asia Times Online, Jum`at (28/12), menyebutkan, Pemimpin tertinggi Al-Qaeda di Afghanistan telah mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan pemimpin oposisi Pakistan, Benazir Bhutto.

Dalam satu pembicaraan per telpon dengan situs internet berita itu, Mustafa Abu al-Yazid, yang pada Mei lalu tampil sebagai kepala operasi Al-Qaeda di Afghanistan, mengklaim telah memerintahkan operasi membunuh Benazir, yang tewas ditembak Kamis setelah menyampaikan pidato di depan rapat umum politik di kota Pakistan, Rawalpindi.

“Ini adalah kemenangan besar pertama kami terhadap pihak-pihak yang bekerjasama dengan kafir dalam perang terhadap Al-Qaeda dan menyatakan perang terhadap mujahidin,” kata Mustafa.

Mustafa merujuk pada kampanye baru-baru ini yang dilakukan Benazir menjelang pemilihan parlemen 8 Januari, dalam mana dia mengecam kelompok ekstrim Islam.

Komandan kelompok militan ini mengatakan kepada Asia Times, seorang pengawal kematian yang terdiri atas beberapa anggota kelompok Islam militan yang berbasis di Pakistan, Laskhar-i-Jhangvi yang melakukan pembunuhan tersebut atas perintah Al-Qaeda.

Pengakuan bertanggungjawab atas pembunuhan tokoh oposisi terbesar Pakistan itu terjadi pada saat Pakistan sedang mempersiapkan pemakaman Benazir, Jum`at (28/12), yang pembunuhannya memicu kerusuhan yang meluas ke seluruh negerinya dan menyebabkan Pakistan terperosok ke dalam krisis politik yang paling gawat dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Benazir, 54 tahun, akan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarganya di kota kediamannya, di desa Garhi Khuda Baksh, di provinsi selatan Sindh.

Berbondong-bondong pendukung Partai Rakyat Pakistan yang dipimpinnya telah dimulai sejak pagi ke desa itu, untuk mengucapkan selamat tinggal kepada perdana menteri (PM) dua periode dan panutan politik di negaranya tersebut.

Pada pekan-pekan menjelang kematiannya, Benazir mengaku bahwa unsur-unsur dalam pemerintahan Presiden Pervez Musharraf yang didukung militer dan petugas keamanan Pakistan yang simpati kepada perjuangan ekstrim Islam, bermaksud hendaknya membunuhnya.

Kendati demikian, Musharraf dalam suatu pidato kepada bangsanya Kamis malam menudingkan kecaman kepada para ekstrimis pro Taliban dan Al-Qaeda yang melancarkan lebih dari 50 serangan bunuhdiri di seluruh negeri pada 2007.

Sementara itu berbagai tajuk suratkabar, Jum`at (28/12), menuliskan, kematian Benazir membahayakan bagi upaya-upaya mengembalikan pemerintahan sipil setelah delapan tahun pemerintahan dipimpin oleh Musharraf, yang baru saja pensiun dari jenderal angkatan darat setelah mengambil-alih kekuasaan dalam kudeta pada 1999.

“Pembunuhannya mengancam akan melencengkan proses yang akan dijalani Pakistan untuk kembali kepada pemerintahan demokratik, khususnya oleh koalisi para pemimpin moderat dan liberal yang berhadapan dengan semakin tumbuhnya ekstrimisme dan fanatisme keagamaan,” tulis The News.

Sebuah tajuk dalam The Nation mengatakan: “Kejadian itu mencerminkan betapa Musharraf menghadapi bahaya ekstrimisme, yang tidak banyak terjadi pada tahun 1990-an, yang berkembang sejak dia bergandeng-tangan dengan Amerika Serikat untuk menjalankan apa yang disebut perang terhadap teror. Dia harus mengambil langkah-langkah untuk memuluskan jalan bagi pemulihan demokrasi yang sesungguhnya.”

Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, memandang Musharraf sebagai sekutunya yang kritis dalam perang terhadap terorisme, dan pemerintahan Musharraf telah didesaknya untuk kembali ke demokrasi, untuk menghindarkan krisis yang bisa mempengaruhi operasi-operasi militer terhadap Al-Qaeda dan kelompok militan Taliban, di sepanjang perbatasan barat Pakistan dengan Afghanistan.

Benazir menuduh, Musharraf merasa terancam oleh kerumunan besar massa yang menghadiri kampanye rapat umumnya menjelang pemilu 8 Januari, dan juga oleh pemimpin oposisi rekannya Nawaz Sharif, dari Liga Muslim Pakistan.

Dalam beberapa menit sebelum kematiannya, Benazir mengatakan bahwa `anak yatim politik berusaha menunda pemilihan-pemilihan dengan memberlakukan keadaan darurat di dalam negeri, tetapi gagal.` Ia menujukan pernyataannya itu kepada gerakan Musharraf yang telah memberlakukan keadaan darurat negara pada awal November lalu, yang kemudian dia cabut pada bulan ini.

Tak lama kemudian, seorang penyerang menembakkan beberapa butir peluru pada saat Benazir sedang dielu-elukan para pendukungnya dari mobil terbuka Range Rover putihnya, sebelum roboh dan dan kemudian segera dilarikan oleh konvoinya dari tempat kejadian.

Para pejabat rumah sakit mengatakan dia meninggal akibat sebutir peluru yang melukai lehernya, dan sedikitnya 22 orang lainnya juga tewas dalam aksi pemboman.

Jenazah Benazir disertai oleh suami dan ketiga anaknya yang telah dewasa, diterbangkan dengan pesawat C-130 milik angkatan udara, Kamis malam (27/12), ke provinsi Sindh.

Dia akan dimakamkan di samping makam ayahnya, Zulfiqar Ali Bhutto, yang juga mantan PM Pakistan yang digulingkan oleh militer Pakistan pada 1977, dan kemudian digantung dua tahun kemudian.

Dua saudara lelakinya juga tewas secara misterius dan dimakamkan di kompleks pemakaman itu pula.

Terakhir, Benazir mengunjungi makam tersebut 21 Oktober lalu, tiga hari setelah dia kembali pulang ke tanah airnya dari pengasingan dan selamat dari upaya pemboman bunuhdiri yang menghadangnya saat arak-arakan menyambut kedatangannya di kota selatan Karachi, yang menewaskan 140 orang. [EL, Ant]

Sumber: http://www.gatra.com/artikel.php?id=110764


Responses

  1. Sebenarnya gw kurang suka judulnya, tetapi:

    1] krna ngambil berita dr surat kabar, gw harus menunjukkan aslinya

    2] Kabar Alqaeda sebagai otak tragedi, lebih seperti usaha orang yg kentut lalu menunjuk orang yg tidur sbg pihak yg kentut utk menyembunyikan bahwa dialah yg kentut. mengalihkan masalah dr faktanya.

    Benazir Bhutto, semoga dirimu damai d sana…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: