Oleh: apit | Oktober 26, 2007

Pahlawan Tak Dikenal

Oleh: Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang

Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya


Responses

  1. Dari bait ke-2 menuju ke- 3 salah dalam barisnya. Harusnya ” Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang ” ikut bait ke-2. Bait ke-3 : harusnya : “ditengah derap dan suara menderu”
    Harusnya ada bait ke-5 :

    Sepuluh tahun yang lalu ia terbaring,
    tapi bukan tidur sayang
    senyum bekunya mau berkata
    Aku Sangat Muda

  2. Maaf ada yang lupa. “Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang ikut dalam bait yang pertama. terimakasih (diambil dari “Suara” karya Toto Sudarto Bachtiar

  3. we bener yo kui, raimu salah!!!!

  4. yang bener yang mana nih ????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: