Oleh: apit | Oktober 24, 2007

Bosan

Pernah merasa bosan? bingung khan gimana mendefinisikannya..hanya bisa d rasa. seperti enggan melakukan hal yg sama berulang2. hal apa? knp harus bosan? biasanya ttg sesuatu yg kamu g suka, tapi terpaksa harus dijalani. karena jika kamu menikmatinya, kosakata bosan itu g khan pernah tercipta. hal paling bodoh yg d lakukan manusia adalah seringnya mereka zikirkan kebosanan itu via hati, atau secara norak mendeklamasikan kebosanannya dg teriak2 g jelas, apalagi sambil ngelempar gelas..makin g jelas khan! cukup nikmati sendiri, karena dg mengucapkannya hanya akan menambah derita batin kamu.kasihan hati yg tak tahu apa2, harus menjadi korban.
Seperti aku yg bosan merutuki diri sendiri, yg aku artikan sebagai penyelamatan terhadap orang lain [boong bgt! hehhe] gila emang. emang gila? knp harus merutuk? kalo menikmati, knp bosan? bosan merutuk adalah sikap diam utk mengulangi rutukan itu. atau cukup membanting benda d sekitarmu tanpa harus menghajar kepala teman d sampingmu. rutukan itu pada hakikatnya merajam aib, membunuh kuman2 kehidupan, menyembelih setiap sejarah luka yang kau torehkan pada masa lalumu, lalu menjelma hakim yg menghukum dan meneror masa depanmu. emang punya masa depan? siapa bilang masa depan itu ada? aku kata ibuku kata bapak ibukku, kata kakek bapaknya, sampe moyang-moyangnya. lalu d mana dia? yg pasti d depanmu, dan benihnya ada pada hidupmu saat ini. karena masa depan adalah evolusi masa lalu, dan masa kini yg kamu jalani. dia adalah apa yg kamu siapkan sekarang. mo jadi pecundang? g sulit, cukup diam d tempat. karena dunia terus berjalan, dan kamu yg diam akan tertinggal lalu menjadi awam. Ah teori…cuma bisa berkata2. buktinya..bla-bla-bla…makanya aku bosan. bosan g seh? pls…g perlu merutuk, lagi! sayangilah dirimu sendiri.


Responses

  1. “Be Your Self,” begitu pepatah barat selalu menguatkan dirinya untuk berbuat, apalagi bertingkah. Sebab meraka yakin bahwa, “kebenaran tidak datang dari langit, tetapi ia harus benar2 diperjuangkan agar menjadi benar.” Mengutip pula aku pada celotehnya pak Pram Almarhum. Hehehe…

    Ada satu yang tidak kumengerti dari segala kata yang terdapat di situ, Bozz… Yaitu; “merutuk” Apa pula itu?
    Benarkah, aku yang kurang mendalami kosa-kata, kalau begitu segera lempar bolanya…😀


    Salam kreatifitas

  2. merutuk yg kupahami selama ini=menghujat. ada cara paling praktis menjadi diri sendiri? buatku terlalu abstrak dipahami dengan logika formal. mohon penjelasan…

  3. Hidup kok bosa? Enjoy aja lagi. Hidup buat dijalani. Kalau mau yang enak ya di surga sana. hahaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: