Oleh: apit | Oktober 24, 2007

Semiotika Semesta

By: elKaban13

Semiotika semesta masih jijik dan memuakkan

Seperti menghidangkan seonggok tinja di atas meja makan

Bau, Menciptakan idiom-ikon bangsat belagu

Kemarin- Dari dalam negeri:

Kenaikan BBM memaksamu menggali kubur sendiri

Sekaligus kubur anakmu yang lapar

Sebagian bunuh diri ditinggal pacar

Dipoligami, diboongin, digampar

Coba usaha malah digrebeg aparat

Dituduh melanggar UU TIBUM keparat

Padahal hanya ingin meminta

Sereceh hakmu di kantong-kantong gemuk mereka

Jangan tuding mereka korupsi

Percuma, katanya sih tugas pak polisi

Yang cengar-cengir ingat senyum anak istri

Saat dibisiki segepok dollar menanti

Cukup pikirkan perut tipismu lama tak terisi

Sepele, isi perut menjadikan manusia sombong

Semakin gendut, semakin kelihatan bohong

Bagaimana mungkin gaji sebulan 5 juta

Beranak 10 juta dalam sekejap mata

Ada lagi berita dalam negeri dari luar negeri:

Tentang nasib pahlawan devisa yang hak-haknya diamputasi

Tidak ada keselamatan, kecuali berlari mengetuk pintu deportasi

Atau balik mengunyah berdarah-darah. Isi

Dalam kondom milik majikan yang tak sopan

Menyelinap diam-diam ke balik gaun malam

Deritamu pun berakhir dalam headline koran pagi:

“Lagi, Inem TKW asal Indonesia dihukum mati”

Sial, Impotensi memang kiamat kubro laki-laki

Hari ini- Tentang berita luar negeri:

Masih seputar Iran yang tekhnologinya dikebiri

Dalam slogan HAM a la paman Sam

Tentang segala kebebasan yang selalu diakhiri, “asal bukan Iran”

Mimpi-mimpi men-Saddam-kan Bush dan Sharon di tiang gantung

Diiringi goyang striptease Cendolijo Rice mengadopsi tarian belatung

Atau Israel yang kembali memuntahkan libido keserakahannya

Menyerobot tanah arab sambil diselingi tepuk tangan negara-negara

Penjilat lipatan pantat amerika berikut tai-tai demokrasinya

Standar ganda menjijikan Bush Jr menuai serapah

Atas fakta dagelan politik buang ludah

Di atas jasad kaku penuh darah dan nanah

Tanpa nyawa anak-anak Afghan, Somalia, Euretria

Iraq, Rwanda, Ethiopia, Palestina

Dan menyusul dalam daftar calon korban; Indonesia

Yang semakin tidak dihargai sebagai mayat manusia

Lagi-lagi semua pura-pura bego

Karena takut ancaman embargo cuma bisa melongo

Bergaya diplomasi sana-sini malah kaya Beo, sok hero

Senyam-senyum malah mirip drakula

Diam, lebih menyerupai idiot buta-tuna wicara

Besok- Berita tentang Indonesia yang tidak lagi berpenghuni

Penduduknya mencoba sistem baru bikinan sendiri

Transmigrasi massal ke luar negeri

Sebagai ilmuwan, bisnisman atau TKI abadi

Karena di negeri sendiri cuma bisa gigit jari

Menonton kekayaan alam serba perawan terbengkalai

Sambil meratapi kemiskinan tak pernah selesai

Mungkin karena bodoh, atau menjadi korban keserakahan

Konglomerat setan yang rakusnya ngga pernah ketahuan

Atau ketahuan, tapi berkas kasusnya sekedar mampir di meja pengadilan

Lalu sebagian merayakan jumlah hartanya yang masuk peringkat 5 Asia

Drama Paradoksal, Selaras dengan anekdot demokrasi penuh sorak

Sambil melepas peluru tepat dijidat rakyat taat pajak

“Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat…”

Semiotika Semesta benar-benar jijik dan memuakkan

Seperti melahap seonggok tinja di atas meja makan

 

 


Responses

  1. Hehehe.. Benar2 menarik racikan gaya bahasamu, Apit K. Aku selalu menemukan kalimat penggugahnya, “diperkosa.” Hahaha… Kalimat yang manarik itu. Dan akan selalu menarik lagi jika dibahas lebih dalam. Kakakakak…. :))

    Yang jelas, aku tidak akan kekurangan berita dan informasi jika membaca karya2mu, Apit K. Sebab, di sana semua tertuang. Kau pintar menyelipkan itu, sedang aku masih tak mampu…😦

    Ajari aku, Apit K.

  2. wah ponki sekarang lebih keren tuh bahasanya. Seperti Filosofi gitu,,,,mas apit apalagi, saya bisa sejajarkan karyanya dengan Om GM (guru master) heheheh eh maksud saya Gunawan Muhammad

  3. hahahaha..thanks semua penyair ponky dan mas agus yg mengajarkan. kata “diperkosanya” hilang..entah saya sepertinya tertarik untuk tidak sekedar melafalkan atau menulisnya! hehehe…

  4. lonthe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: