Oleh: apit | Oktober 23, 2007

Barisan Nisan

By: Homicide

matahari terlalu pagi mengkhianati

pena terlalu cepat terbakar

kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan

pada ruang ketidak-mungkinan

sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun

sudut kemungkinan untuk berkata “Tidak mungkin”

tanpa darah mereka mengering

sebelum mata pena berkarat menolak kembali terisi

sebelum semua paru disesaki tragedi

dan pengulangan menemukan maknanya sendiri

dalam pasar dan semerbak deodorant

atau mungkin dalam limbah dan kotoran

atau mungkin dalam seragam sederetan nisan

atau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inci

yang menawarkan hasrat pembangkangan ala Levi’s dan Nokia

atau dalam 666 halaman hikayat para biggot dan despot

yang menari ketika jelaga zarkot berangsur menjadi kepulan hitam

berselubung Michael Jordan di pojokan pabrik-pabrik ma’lun para

produsen kerak neraka berlapis statistik

pembenaran teatrikal super-mall

opera sabun panitia penyusun undang-undang pemilu

yang mencoba membanyol tentang kekonyolan demokrasi

yang rapi berdasi bertopeng mutilasi pembebasan dengan sekarung argumen basi

tentang bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri di hadapan seonggok tinja

para sosok pembaharu dunia bernama PASAR BEBAS dan perdagangan yang adil

untuk kemudian memperlakukan hidup seperti AKABRI dan dikebiri matahari

terlalu pagi mengkhianati

dan heroisme berganti nama menjadi C-4, Sukhoi dan fiksi berpagar konstitusi

menjenguk setiap pesakitan dengan upeti bunga pusara dari makam pahlawan tetangga

bernama Arjuna dan Manusia Laba-laba

pahlawan dari Cobain hingga Visius

dari berhala hingga anonimous bernama Burung Garuda Pancasila

yang menampakkan diri pada hari setiap situs menjadi sepejal bebatuan yang melayang

pada poros yang sejajar dengan tameng dan pelindung wajah para penjaga makam Firaun

yang muncul 24 jam matahari dan gulita bertukar posisi setiap pojokan

bahkan di kakus umum dan selokan mencari target konsumen dan homogenisasi kelayakan

maka setiap angka menjadi maka dan maka

ketika kita disuguhi setiap statistik dan moncong senjata dengan ribuan unit SSK

untuk menjaga stabilitas bagi mereka yang akan dinetralisir karena menolak membuang buku Panton sebagai panduan kebenara

sejak hitam dan putih hanya berlaku dihadapan mata setiap salafis

menolak terasuki setan dan tuhan yan mewujud dalam ocehan pencerahan kanon-kanon

tabungan Big Mac dan es krim corn yang berseru,

“Beli! Beli! Beli! Konsumsi, konsumsi kami sehingga kalian dapat berpartisipasi dalam usaha para anak negeri yang berjibaku untuk naik haji!”

oh… betapa menariknya dunia yang sudah pasti

menjamin semua nyawa dan pluralitas dengan lembaran kontrak asuransi

dengan janji pahala bertubi

dengan janji akumulasi nilai lebih, bursa saham

dan dengan semantik-semantik kekuasaan yang hanya berarti dalam kala

ketika periode berkala para representatif di gedung parlemen memulai tawar-menawar jatah kursi

dan kekuatan hanya berlaku paska konsumsi cairan suplemen, tonik dan para biggot bertemu kawanan

dan cinta hanya akan berlabuh setelah melewati sederatan birokrasi ideologi berwarna merah, hijau, hitam, kuning, biru, merah, putih dan biru

dan merah

dan putih

Oh betapa indahnya dunia yang berkalang fajar poin-poin NAFTA

sehingga pion-pion negara yang berkubang di belakang pembenaran stabilisasi nasional

menemukan pembenaran evolusi mereka dengan berpetakan saluran-saluran pencerahan

para rock-stars yang lelah berkeluh-kesah

kala peluh mengering kasat di hadapan pasang diri lalat dalam pasar

dan kilauan refleksi etalase dan display berhala-hala

berskala lebih taghut dari ampas neraka diantara robekan surat rekomendasi negara donor

perancang undang-undang dan pakta-pakta anti-teror

para arsitek bahasa penaklukan para pengagung kebebasan

kebebasan yang hanya berlaku di hadapan layar sinetron kemajemukan ponsel demokrasi kotak suara dan pluralisme gedung rubuh

Oh betapa agungnya dunia di hadapan barisan nisan yang dikebiri matahari

dan terlalu pagi mengkhianati

Maka jangan izinkan aku untuk mati terlalu dini

wahai kotak CD dan seperangkat boombox ringkih

jangan izinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisan

wahai bentangan seluloid dan narasi

dan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu anakku,

jangan izinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari ini

demi setiap huruf pada setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur, Zahraku, mentariku!

Jangan sedetik pun izinkan aku berhenti menziarahi setiap makam tanpa pedang-pedang kalam terhunus

lelap tertidur tanpa satu mata membuka tanpa pagi berhenti mensponsori keinginan berbisa

tanpa di lengan kanan-kiriku adalah matahari dan rembulan

bintang dan sabit

palu dan arit

bumi dan langit

lautan dan parit

dan sayap dan rakit

sehingga seluruh paruku sesak merakit setiap pasak-pasak kemungkinan terbesar

memperbesar setiap kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan

sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan

untuk berkata, “Tidak mungkin”

tanpa darah mereka mengering

sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi

Matahari tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati…

Bagi yang ingin men-download silahkan ambil di sini. Jika sudah di-download ekstensi file-nya diganti. Jadi, dari Barisan Nisan.homicide ubah ke Barisan Nisan.mp3

Ini untuk kawan-kawan yang tak diizinkan “bermain” dengan file MP3🙂

jejak parameter pahlawan yg kausebut dg berapa yg kau pisahkan dg nyawa

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: