Oleh: apit | September 14, 2007

Mengapa ada lagi yang mati????

 

Dia masih lom terlahir. Dan terlalu kecil tuk mengenal kematian. Biarkanlah dia bernafas sesaat. Walau hanya tuk melihat kaca dunia yang semakin buram…

Seperti baru kemarin aku mendengar kembali suaranya. Dengan ceria, dia bercerita tentang kehamilannya yang menginjak 6 bulan. Dan pastinya aku pun bahagia karena koleksi sepupuku akan semakin bertambah. Namun, kini hanya isak yang menyayat hati., mengabarkan tentang takdir yang berhasil merenggut kematian anaknya. Untuk kedua kalinya. Sama dg sebelumnya, kematian dalam usia kandungan 6 bulan. Allahuakbar!

Benarkah takdir yang memaksanya mati??? Atau kabar hutang keparat dariku yang telah mengganggu psikologinya. Hingga seolah membuat anaknya mengerti, bahwa kelahirannya hanya akan memperpanjang tempo pelunasan hutang!! Nau’dzubillah…

Tuhan..tak adakah lagi keadilan dalam harapan-harapan mereka. Tak cukupkah kematian anak mereka sebelumnya? apakah surga maseh sangat banyak membutuhkan pelayan? masihkah harus ada yang mati??

Abangku, Pit minta maaf……

 

Lagi, ttg satu episode kematian

Juli 9’05, Rumah Impian


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: