Oleh: apit | September 14, 2007

ha..ha..ha..

 

Kadang kita harus kehilangan orang yang kita sayang, justru karena kebodohan kita sendiri. Bukan gagal, hanya mungkin kurang beruntung [hehe..apologize]. Dan sekali lagi, itu karena kecerobohan kita. Alhamdulillah gw selalu siap menerima ini kapan aja. Cukup setimpal untuk kesalahan fatal yg pernah gw lakukan. Walau berattt..hikksz! maafin yee krn g pernah mastiin apa2.

Teringat cerita seorang sahabat dekat, “Lelaki berhak memilih dan perempuan berhak menolak”. Ini pun masih ambigu. Karena menurut hemat gw, saat seorang lelaki memilih, maka sebenarnya saat itu dia sedang menolak yg tidak dia pilih. Sebagaimana perempuan yg menolak, maka saat itu dia sedang ato akan memilih yg tidak dia tolak. Tapi sekali lagi, dengan lapang dada gw menerima akibat kebodohan gw yg sekarang berbuah petaka. Semoga kamu bahagia di sana…

Nb: Sumpah..aku g akan lagi manggil kamu “sayang” [seperti yang kamu pinta], namun sebagai “cinta kecil”-ku, kamu akan selalu ku kenang. terimakaseh wat segala waktu bersamaku, walau tak seindah waktumu saat ini bersamanya. Aku tidak akan menyalahkan siapa2, kecuali diri sendiri.

 

-Sehari, setelah menyadari bahwa aku benar2 sayang kamu, 13 Sept 2007-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: