Oleh: apit | September 17, 2006

Bahasa Gaul Getho Loch…

Bahasa gaul sebenarnya sudah ada sejak 1970-an. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa gaul itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Tapi karena sering juga digunakan di luar komu nitasnya, lama-lama istilah-istilah tersebut jadi bahasa sehari-hari. Seharusnya mereka enggak perlu merasa terganggu mendengar bahasa gaul remaja zaman sekarang. Toh di saat mereka muda dulu, mereka juga punya bahasa gaulnya sendiri. Iya, bahasa gaul enggak hanya muncul belakangan ini saja, tapi sudah muncul sejak awal 1970-an. Waktu itu bahasa khas anak muda itu biasa disebut bahasa prokem atau atau bahasa okem. Salah satu kosakata bahasa okem yang masih sering dipakai sampai sekarang adalah “bokap”. Bahasa okem awalnya digunakan oleh para preman yang kehidupannya dekat sekali dengan kekerasan, kejahatan, narkoba, dan minuman keras. Istilah-istilah baru mereka ciptakan agar orang-orang di luar komunitas mereka enggak mengerti. Dengan begitu, mereka enggak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk membicarakan hal negatif yang akan maupun yang telah mereka lakukan. Karena begitu seringnya mereka menggunakan bahasa sandi mereka itu di berbagai tempat, lama-lama orang awam pun mengerti yang mereka maksud. Akhirnya mereka yang bukan preman pun ikut-ikutan menggunakan bahasa ini dalam obrolan sehari-hari sehingga bahasa okem tidak lagi menjadi bahasa rahasia. Kalau enggak percaya, coba deh tanya bokap atau nyokap kita, tahu enggak mereka dengan istilah mokal, mokat, atau bokin. Kalau mereka enggak mengerti artinya, berarti di masa mudanya dulu mereka bukan anak gaul. Dengan motif yang lebih kurang sama dengan para preman, kaum waria juga menciptakan sendiri bahasa rahasia mereka. Sampai sekarang kita masih sering kan mendengar istilah “bencong” untuk menyebut seorang banci? Nah, kata bencong itu sudah ada sejak awal 1970-an juga, ya… hampir bersamaan deh dengan bahasa prokem. Pada perkembangannya, konon para waria atau banci inilah yang paling rajin berkreasi menciptakan istilah-istilah baru yang kemudian memperkaya bahasa gaul. Kosakata bahasa gaul yang berkembang belakangan ini sering enggak beraturan alias enggak ada ru musnya. Sehingga kita perlu menghafal setiap kali muncul istilah baru. Misalnya untuk sebuah lawakan yang enggak lucu, kita biasa menyebutnya garing atau jayus. Ada juga yang menyebutnya jasjus. Untuk sesuatu yang enggak oke, biasa kita sebut cupu. Jayus dan cupu bisa dibilang kosakata baru. ini berbeda dengan bahasa okem dan bahasa bencong yang populer di tahun 1970-an. Misalnya, kata bokap dan bencong merupakan kata bentukan dari kata bapak dan banci.Ada rumusnya

Ada banyak ragam bentukan bahasa gaul. Berikut ini penjelasan singkat beberapa metode atau rumus dalam membentuk atau memodifikasi kata.

– Tambahan awalan ko.

Awalan ko bisa dibilang sebagai dasar pembentukan kata dalam bahasa okem. Caranya, setiap kata dasar, yang diambil hanya suku kata pertamanya. Tapi suku kata pertama ini huruf terakhirnya harus konsonan. Misalnya kata preman, yang diambil bukannya pre tapi prem. Setelah itu tambahi awalan ko, maka jadi koprem. Kata koprem ini kemudian dimodifikasi dengan menggonta-ganti posisi konsonan sehingga prokem. Dengan gaya bicara anak kecil yang baru bisa bicara, kata prokem lalu mengalami perubahan bunyi jadi okem.

Contoh lainnya:

Mati – komat (ko+mat) – mokat

Bini – kobin (ko+bin) – bokin

Beli – kobel (ko+bel) – bokel

Bisa – kobis (ko+bis) – bokis

Dengan metode yang sama, waria di Jawa Timur mengganti awalan ko dengan si

– Kombinasi e + ong

Kata bencong itu bentukan dari kata banci yang disisipi bunyi e dan ditambah akhiran ong. Huruf vokal pada suku kata pertama diganti dengan e. Huruf vokal pada suku kata kedua diganti ong.

Contoh lain:

Makan – mekong

Sakit – sekong

Laki – lekong

Lesbi – lesbong

Mana – menong

Ada juga waria yang kemudian mengganti tambahan ong dengan es sehingga bentukan katanya

Banci – bences

Laki – lekes

-Tambahan sisipan Pa/pi/pu/pe/po

Setiap kata dimodifikasi dengan penambahan pa/pi/pu/pe/po pada setiap suku katanya. Maksudnya bila suku kata itu bervokal a, maka ditambahi pa, bila bervokal i ditambahi pi, begitu seterusnya.

Contoh:

Mati – ma (+pa) ti(+pi) – mapatipi

Cina – ci (+pi) na (+pa) – cipinapa

Gila – gi (+pi) la(+pa) – gipilapa

Tilang – ti (+pi) la(+pa)ng – tipilapang

Bahasa gaul dengan bentukan kata macam ini rasanya merepotkan. Memang sih sebagai bahasa sandi atau bahasa rahasia mungkin cukup ampuh. Tapi enggak praktis. Bayangkan saja sebuah kata yang tadinya terdiri dari dua suku kata jadi empat suku kata. Jadi terlalu panjang mengucapkannya.

– Sisipan in

Pernah dengar istilah lines? Lines itu artinya ’lesbi’. Rumusnya, setiap suku kata pertama disisipi in. Kata les-bi disisipi -in jadi l(in)es b(in)I = linesbini. Biar gampang sering disingkat jadi lines saja.

Contoh lain:

Banci – b(in)an-c(in)i – binancini

Mandi – M(in)an-d(in)i — Minandini

Toko – t(in)o-k(in)o – tinokino

Homo – h(in)o-m(in)o – hinomino

Contoh-contoh di atas bisa dibilang pembentukan kata yang beraturan. Ada juga bentukan kata yang enggak beraturan, jadi enggak bisa dibikin rumusnya. Misalnya kata cabut yang kemudian jadi bacut. Artinya pergi atau berangkat. Bisa juga diartikan lari atau kabur bila diucapkan dengan intonasi tinggi dan panjang (Cabuuut…!). Susah kan, menghubung-hubungkan kata pergi, berangkat, lari, atau kabur dengan kata cabut. Contoh lainnya kata kece untuk cantik. Coba deh dikutak-katik, siapa tahu bisa dibuatkan rumusnya.

Istilah dalam bahasa gaul sekarang ini kayaknya cenderung ke arah yang enggak beraturan itu atau dengan menyingkat kata. Misalnya kalau kita mendengar ada orang yang bilang “macan tutul di Gedung MPR, pamer paha di jalan tol” tentu itu bukan menunjukkan arti sebenarnya. Enggak ada macan tutul di MPR dan enggak ada cewek-cewek pakai rok mini di jalan tol. Tapi maksud dari kalimat tersebut: “macet total di depan Gedung MPR dan padat merayap tanpa harapan di jalan tol”.

Masuk KBBI

Bahasa gaul rupanya enggak cuma menarik buat para penggunanya, tapi juga menarik untuk diseminarkan. Buktinya kira-kira setahun yang lalu pernah digelar acara diskusi “Bahasa Slang, Bahasa Gaul dalam Dinamika Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing” di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Yang jadi pembicaranya, antara lain, seniman Remy Silado dan Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono. Pak Dendy bilang, bisa saja istilah-istilah gaul dicantumkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang akan diterbitkan pada tahun 2008. Di samping itu, Pusat Bahasa Depdiknas pun akan mengeluarkan KBBI yang hanya memuat istilah-istilah baku. Dengan kata lain, kalau inisiatif Pak Dendy ini terlaksana, tahun 2008 nanti akan ada dua versi KBBI. Salah satunya akan mencantumkan istilah-istilah gaul. Kayaknya rencana Pusat Bahasa mencantumkan istilah gaul dalam KBBI bukan omong kosong. Indikasinya sudah kelihatan kok. Beberapa bulan lalu lembaga ini pernah merilis tentang asal-usul istilah gaul. Dari istilah nih ye, memble, kece, bo, nek, jayus, jaim, sampai gitu loh Hebat kan mereka bisa menemukan siapa saja orang pertama yang menciptakan/menggunakan atau memopulerkan istilah-istilah tersebut. Nah, kita masih ada waktu setahun lebih untuk menciptakan istilah-istilah baru untuk dicantumkan dalam KBBI.

Chairul Saleh Tim MUDA

Sumber: Kompas


Responses

  1. bh gaol kratif bgt yang bikin…….
    menurut gw okeh okeh ajeh

  2. Permisi,,

    saya ingin tanya, kalo bahasa khusus komunitas lesian ada infonya gak mas ? buku, jurnal penelitian atau tulisan yang membahas tentang bahasa dalam kaum lesbian gitu. Saya sedang meneliti itu untuk skripsi saya. Tapi bingung waktu diminta dosen cari jurnal tentang bahasa komunitas lesbian dan literatur lainnya.

    terimakasih

  3. mas….blh minta tlg ga….aq kan lagi skripsi tntg bahasa slang n iklan radio…aq bth bgt buku2penunjang tntg itu dpt dmn ya?kalo boleh tlg email in ke aq n tlsin nama pengarangnya..teori2q kurang bgt neh

  4. mas…blh tanya g!
    saya mau nyusun skripsi ttg lesbi.
    judulnya motifasi wanita menjadi lesbi, bs beri tahu lesbi yg di surabaya yg bs aq jadikan koresponden! 3 orang saja
    ma kasih atas bantuannya

  5. Mas, boleh tanya ngk!
    Saya mau nyusun skripsi tentang perkembangan bahasa slang di internet khususnya chatting. Aku butuh referensi tentang itu n khususnya kamus bahasa slang. Ada ngk?

  6. hehe…ikutan dunk.
    aku pengen ambil skripsi tentang penggunaan bahasa gaul (yg jakartasentris bgt) dalam siaran radio lokal (di semarang khususnya). na, bs bantu referensi ato kasi ‘pencerahan’ ? tp, cuma trimakasi (yg buanyak bgt) plus pencantuman nama di lembar ‘thanks to’ skripsi yg bs dijanjiin, deal?thx b4

  7. wew… pusing ah bacanya…. dasar himomino (bener ga nih prokemnya?) hohohoho

  8. mas kalo bahasa gaul dalam bahasa jerman ada gak?
    aq prlu bnget ni tuk penulisan skripsi ku…
    n kalo bisa berhubungan dengan bahasa-bahasa yang dipakai dalam dunia chatting.
    tolong ya mas dicari..
    thanks

  9. makasih ya atas info di atas..
    ka2 aku juga nemu bahasa gaul juga d’daerah kami..
    aku mau ngangkt gmn struktur bhasanya.. tp msih kurang referensi buat skripsiku..
    klo tau buku2 ttg bhasa gaul mohon diberitau ya..
    makassih..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: