Oleh: apit | September 13, 2006

Cadar Kemerdekaan

By: Apit Kranji 

 

Mesir, yang dikenal sebagai negeri para nabi bergolak. Tiap sudut kotanya dicekam ketakutan, “akankah bom meledak di sini??” Setelah Husein, Tahrir, dan terakhir objek wisata pantai Syarm Syeikh yang dikenal di kalangan Ikhwan al-Muslimin dan sejenisnya sebagai surga para pecinta syahwat, meledak dahsyat! Dengan menelan korban turis sekitar 88 orang. Jumlah yang tergolong besar, -mungkin- setelah pembantaian ethnis Bani Israil di zaman Fir’aun. Wajah Mesir tercoreng di pentas dunia. Negeri yang sistem pemerintahannya lebih kental dengan nuansa militernya ini, gelagapan membidik teroris di negerinya sendiri. Alih-alih mencari biang kerok pengeboman, sahabat-sahabat Ikhwanul Muslimin ataupun teman-teman yang memilih hidup dengan style ikhwan; berjenggot, bercadar, dll diiintai. Bahkan di beberapa tempat terjadi penggeledahan dengan menyingkap cadar yang dikenakan oleh cadariyyat.Aksi yang tergolong “nakal” dan kurang ajar ini, memberi imbas rasa takut kepada cadariyyat Indonesia di Mesir. Satu-persatu cadar-cadar yang memeluk erat wajah cadariyyat, dilepas [kalau nggak mau dibilang dicampakkan!]. Dengan alasan yang sama seperti yang dikatakan adik penulis saat ditanya [dengan nada bercanda], “mengapa kamu lepaskan CD [-maaf- celana dalam] kamu?” waktu dia baru saja selesai disunat. Dia jawab, “wah, bahaya kalo dipake, bisa sunat dua kali neh…” Yah, begitulah, saat cadariyyat merasa cadar yang dia kenakan hanya akan membahayakan dirinya, maka hanya satu hal yang harus dilakukan,” lepas cadar…!!”. Entah, apakah kejadian semacam ini tak pernah terpikirkan oleh cadariyyat sebelum dengan mantap memutuskan memakai cadar? Atau  memang tidak mau repot keputusannya memakai cadar diuji? Seperti kata Gus Dur, “gitu aja kok repot?? Tinggal lepas cadar, urusan selesai….Hukum memakai cadar memang bukan wajib, tidak juga sunnah, apalagi makruh. Tapi dia bukanlah suatu yang haram. Kita akan kesulitan mencari justifikasi pe-wajibannya dalam Al-Qur’an atau pun As-Sunnah. Maka jangan coba-coba memakai tameng syari’at sebagai alasan pemakaian cadar. Ada satu ayat di
surat al-Ahzab ayat 53, “Wa idza Saaltumuuhunna Mata’an Fassluuhunna Min Waraai Hijaab” . Kata “Min Waraai Hijab” dicoba tafsirkan oleh beberapa ulama sebagai ayat yang mewajiban pemakaian cadar. Namun dalam hal ini mereka juga sepakat, kewajiban pemakaian cadar –menurut ayat ini- hanya berlaku untuk istri-istri nabi. Paradok-nya, justru dari ayat ini juga lahir sebuah apologi yang sulit dibantah, “emang kita nggak boleh berlaku sebagaimana istri-istri nabi?” bukankah ummahatul mukminin merupakan qudwah buat wanita Muslimah. Apakah seorang anak dilarang berlaku seperti ibunya? Jadi, secara implisit memang tidak ada ayat dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah yang mewajibkan pemakaian cadar. Namun sekali lagi, memakai cadar bukan hal yan dilarang selama tidak memakai tameng syari’at sebagai alasan pemakaiannya.
Di bulan yang memuat tanggal keramat bagi warga Indonesia;17 Agustus ini, kejadian pelepasan cadar yang dilakukan oleh beberapa cadariyyat
Indonesia mengingatkan kita pada sebuah kata “merdeka”. Apakah aksi pelepasan ini merupakan sebuah ungkapan dari kemerdekaan yang “lain”. Kemerdekaan dari sebuah ikatan yang membelenggu kecantikan wajah pemiliknya dari tatapan kagum bahkan syahwat dari temannya lain jenis?? Moga bukan ini alasannya…karena jika ini alasannya, maka judul diatas akan bermakna, ” ungkapan ‘lain’ dari sebuah kata merdeka yang secara simbolik dilakukan dengan pelepasan cadar”. Padahal yang penulis ingin sampaikan dari judul di atas bahwa memakai cadar adalah simbol kemerdekaan hak sebagai manusia merdeka yang patut kita hargai. Terakhir dari penulis, memakai cadar adalah pilihan dan sebuah keharusan bagi kita untuk berfikir panjang sebelum memutuskan memakainya. Wallahu a’lam bis-showab       
 

 

Created by: Sangkar PeradabanSalute to cadariyyat yang teguh & istiqomah dengan pilihannya[khususnya cadariyyat al-maida]. Do’aku bersamamu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: