Oleh: apit | September 13, 2006

Abdullah..Ayahanda nabi Muhammad SAW

                                                                            By: Apit Kranji

“Ana Ibnu adzabihaini [Saya anak dari dua sembelihan]” kata Rasulullah sebagaimana yang dinukil Ibnu Burhan ad-Din dari Al-kasyaf. Siapakah yang dimaksud dzabihaini dalam perkataan Rasulullah? Ketika Mu’awiyyah ditanya hal itu, maka dia mengisahkan bahwa rasulullah pernah dipanggil dengan sebutan ibnu dzabihaini oleh sahabat Arobi. Beliau hanya tersenyum tanpa sedikit pun menyanggahnya. Lalu sahabat-sahabat yang lain bertanya: siapakah dzabihaini itu ya Rasullah? Maka beliau menjawab, mereka adalah Ismail dan Abdullah. Ad-Dzabih adalah salah satu julukan yang diberikan kepada Abdullah, karena sewaktu kecil pernah akan disembelih oleh ayahnya Abdul Mutholib untuk memenuhi nazar yang pernah dia ucapkan sewaktu diperintah Allah menggali Zamzam yang pernah terpancar dari hentakan kaki Ismail. Nadzar ini sendiri diucapkan karena kerasnya penolakan kaum Quraisy atas keinginan Abdul Muthalib menggali zamzam, disebabkan letak Zamzam yang berada tepat di antara dua berhala yang disembah masyarakat setempat. Dalam nadzarnya, abdul muthalib berjanji untuk menyembelih satu anaknya jika Allah memberinya anak yang banyak, [riwayat ibnu Sa’ad menyebutkan 10 anak] sehingga mampu melindungi dan memudahkannya saat menggali sumur zamzam. Allah pun memilih Abdullah, yang di ending ceritanya kemudian selamat dengan 100 ekor unta sebagai gantinya. Dalam perjalanan sejarahnya Abdullah kemudian menikahi Aminah ibunda nabi besar Muhammad SAW. Dan meninggal di Madinah karena sakit, setelah sebelumnya menempuh perjalanan panjang menuju Syam untuk berdagang. Demikian sekelumit perjalanan sejarah Abdullah ayah dari kanjeng nabi Muhammad yang coba diraba kembali oleh Muhammad Fauzi Hamzah dalam bukunya yang berjudul, “ Abdullah..Abun-Nabi SAW [Abdullah bapak nabi, red]. Berawal dari sebuah kegelisahan akan minimnya buku yang ditulis para ulama terdahulu maupun yang sekarang tentang sang ayahanda nabi, maka buku ini tercipta. Seperti yang tersirat dari “uneg-uneg” penulis dalam muqoddimah buku ini, “Setiap periwayat akan merinci sejarah bapak dari para nabi, bahkan sampai mengkhususkan pembahasannya, kecuali tentang Abdullah bapak nabi. Dialah sosok yang tidak diekspose orang-orang terdahulu maupun sekarang……Sampai mereka hanya membatasi sejarahnya pada satu goresan pena saja,“..Abdullah ayah Rasulullah SAW tidak memiliki anak lelaki atau perempuan selain Muhammad. Dan di Madinah dia wafat bersama paman-pamanya dalam usia muda” [disitir penulis dari kitab al-Ma’arif hal.120]. Dalam buku kecil mungil nin, penulis mencoba menyorot dan menguraikan gelapnya sejarah Abdullah. Di awali dengan pendeskripsian kota mekkah dengan situasi sosial, politik, ekonomi dan agama yang mewarnainya. Dilanjutkan dengan episode kelahiran Abdullah, profil serta pernak-pernik kisah pengorbanannya yang dramatik, pernikahannya dengan wanita Quraisy terbaik nasab dan kedudukannya, Aminah bunda nabi, Kronologi wafatnya dalam usia muda dan diakhiri dengan polemik statusnya di akhirat, apakah termasuk golongan ahli neraka atau ahli surga. Buku ini merupakan referensi penting Buat kawan–kawan yang menggeluti sejarah nabi dan hobi membaca sejarah, terutama sejarah Islam. Termasuk Salah satu kelebihan buku ini adalah menyertakan dalil-dalil dari hadits nabi maupun atsar sahabat yang memuat fakta sejarah tentang siluet kehidupan Abdullah hingga akhir hayatnya.  “Tak ada gading yang tak retak” begitu kata pepatah. Meski buku ini mungkin tidak bisa merekam perjalanan sejarah Abdullah secara utuh dan detail, namun sedikit banyak buku ini telah mengantarkan kita pada titik terang sejarah Abdullah ayahanda nabi yang selama ini tertutup kabut. Wallahu a’lam bis-showab. Selamat membaca..  


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: