Oleh: apit | November 10, 2008

Peringatan (setelah direvisi)

By: Widji Thukul
jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!

Solo, 1986

Oleh: apit | November 10, 2008

Peringatan (sebelum direvisi)

By: Widji Thukul
jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

kalau rakyat berbisik-bisik
ketika berbicara
penguasa harus waspada
dan belajar mendengar

dan bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
bila rakyat patuh-patuh
penguasa harus mencari sebabnya
bila omongan penguasa tak ada yang membantah
kebenaran pasti terancam

bila usul ditolak
kritik dilarang
dengan dalih mengganggu keamanan
berarti penguasa sedang ketakutan
kekerasan pasti digunakan
maka berhati-hatilah

Oleh: apit | November 10, 2008

Terror Koruptor

by: elkaban13

Terror koruptor intimidasi sejahtera
Maka Biarlah mereka mati sia-sia
Daripada terus hidup jadi benalu di bumi Indonesia
Juga wakil rakyat yang hanya makan gaji buta
Absen rapat menebar syahwat
Suarakan dengkur,
Pastikan nasib rakyat kian tersungkur

Untuk mereka pelaku korupsi
Kami tunggu eksekusi yang sama seperti Amrozi
Tembak mati di jantung, dada sebelah kiri

Oleh: apit | November 10, 2008

Berita Eksekusi

INDONESIA-ATTACKS-COURT-FILES(mengenang Mukhlas, Amrozi dan Imam samudra)

Hari ini …
Ku dengar berita eksekusi
Melesat peluru harapkan mati
Menghantam jantung, dada sebelah kiri

Di depan maut hendak menjemput
Mereka siapkan bola mata tanpa penutup
Hipnotis apatis, hinakan para pengecut

Kematian itu begitu sederhana
Dalam iring-iringan isak penuh do’a;
Semoga terminal akhir perjalanan mereka
Adalah surga bersama syuhada

- innalillahi wa inn ilaihi roji’un -

Oleh: apit | Oktober 14, 2008

Kartini Dan Islam

Kartini dan Islam

Persinggungan awal Kartini dengan Islam dapat dibaca dari surat-surat berikut: “Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?” [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899] “Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya. [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902] Baca Lanjutannya…

Oleh: apit | Mei 27, 2008

Bung Karno dan Etnis Tionghoa

Ditulis Oleh: Benny G.Setiono

Menurut Kwee Kek Beng, Bung Karno pada tahuan 1920-an pernah berkunjung ke kantor Harian Sin Po dengan maksud meminta bantuan untuk sebuah majalah yang akan diterbitkannya. Mengapa Bung Karno mengunjungi kantor Harian Sin Po ? Karena Sin Po sebagai harian yang dikelola para jurnalis peranakan Tionghoa mempunyai hubungan yang sangat baik dengan para pemimpin pergerakan Kemerdekaan karena sering memuat tulisan-tulisan para pemimpin pergerakan tersebut. Sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, harian Sin Po lah yang memelopori penggunaan nama Indonesia menggantikan Hindia Belanda atau Hindia Olanda. Demikian juga mingguan Sin Po lah yang pertama memuat teks lagu Indonesia Raya. (Lihat Kwee Kek Beng “Dua puluh lima Tahun Sebagai Wartawan”, Malang The Paragon Press, 1948. Hal . 21). Hal ini juga membantah stigma yang selama ini sering dilekatkan kepada etnis Tionghoa bahwa etnis Tionghoa tidak ada sumbangannya dalam perjuangan mencapai kemerdekaan. Baca Lanjutannya…

Oleh: apit | Mei 27, 2008

Ical Terkaya Se-Asia Tenggara

Selasa, 27 Mei 2008,

Versi Globe Asia
JAKARTA – Di tengah kesibukan mengawasi pembagian bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga miskin, gelar orang terkaya disematkan ke Menko Kesra Aburizal Bakrie. Majalah ekonomi lokal berbahasa Inggris, Globe Asia, menobatkan Aburizal menjadi orang terkaya se-Indonesia. Dia sekaligus yang terkaya se-Asia Tenggara dengan kekayaan mencapai USD 9,2 miliar (sekitar Rp 84,6 triliun).

Dengan harta sebanyak itu, Ical -panggilan Aburizal- telah mengalahkan orang terkaya se-Malaysia, Robert Kuok (USD 7,6 miliar), warga terkaya Singapura Ng Teng Fong (USD 6,7 miliar), orang Thailand terkaya, Chaleo Yoovidya (USD 3,5 miliar), dan warga terkaya Filipina, Jaime Zobel de Ayala (USD 2 miliar). Baca Lanjutannya…

Oleh: apit | Mei 26, 2008

Nagarakrtagama, Aslinya Desawarnana

<!–Nagarakrtagama, Aslinya Desawarnana –> Senin, 26/5/2008 | 21:59 WIBJAKARTA, SENIN – Filolog Prof Dr Stuart Robson dari Monash University mengungkapkan bahwa Nagarakrtagama yang mendapat pengakuan sebagai Memory of the World dan sertifikatnya diterima Kepala Perpustakaan Nasional RI Dady P Rachmananta dari Unesco, Senin (26/6), bukan judul/nama asli yang diberikan Mpu Prapanca. Nama asli yang diberikan Mpu Prapanca adalah Desawarnana.

“Mpu Prapanca memakai nama asli Desawarnana yang berarti deskripsi daerah-daerah, karena isi teks bagian yang penting dari karya itu memuat tentang hal itu. Namun demikian, sejarawan di Indonesia dan di luar negeri terlanjur mengenal karya sastra agung sebagai Nagarakrtagama,” kata Stuart Robson, pada acara Talk Show di Perpustakaan Nasional, Senin (26/5).

Robson yang 40 tahun lebih meneliti teks-teks Jawa Kuno menjelaskan, Nagarakrtagama adalah karya luar biasa yang tidak ada bandingannya. Bahkan boleh disebut unik dalam khasanah sastra Jawa Kuno. Bukan hanya soal keindahan, melainkan juga perhatian pengarangnya terhadap lingkungannya dan riwayatnya yang disampaikan mengenai kejadian yang disaksikan sendiri. Baca Lanjutannya…

Oleh: apit | Mei 26, 2008

Nagarakrtagama, Aslinya Desawarnana

 

<!–Nagarakrtagama, Aslinya Desawarnana –> Senin, 26/5/2008 | 21:59 WIBJAKARTA, SENIN – Filolog Prof Dr Stuart Robson dari Monash University mengungkapkan bahwa Nagarakrtagama yang mendapat pengakuan sebagai Memory of the World dan sertifikatnya diterima Kepala Perpustakaan Nasional RI Dady P Rachmananta dari Unesco, Senin (26/6), bukan judul/nama asli yang diberikan Mpu Prapanca. Nama asli yang diberikan Mpu Prapanca adalah Desawarnana.

“Mpu Prapanca memakai nama asli Desawarnana yang berarti deskripsi daerah-daerah, karena isi teks bagian yang penting dari karya itu memuat tentang hal itu. Namun demikian, sejarawan di Indonesia dan di luar negeri terlanjur mengenal karya sastra agung sebagai Nagarakrtagama,” kata Stuart Robson, pada acara Talk Show di Perpustakaan Nasional, Senin (26/5). Baca Lanjutannya…

Oleh: apit | Mei 26, 2008

Panser dan Mobil Listrik Made In Jogja

<!–Print Email –>
Senin, 26 Mei 2008 | 22:27 WIB

TIDAK hanya bahan bakar berbahan baku plankton yang dinamai Bahan Bakar Nusantara asal Yogyakarta dan padi merah putih yang ditemukan BSW Adji Koesoemo atau akrab dipanggil Bung AK. Pria yang diberitakan didatangi seorang anggota tentara pemerintah RRC berpangkat Kolonel untuk diajak mengembangkan temuannya ke China itu juga berhasil mengembangkan prototipe Panser listrik.

Prototype Panser Listrik yang pengembangannya mendapat bantuan dari Sekolah Tinggi Angkatan Laut (STAL) Surabaya itu diperkenalkan ke publik beberapa hari lalu bersamaan dengan peringatan 100 Tahun Kebangkitan Reformasi dan 10 Tahun Reformasi di Gedung Jogja Expo Center (JEC). Bukan hanya Panser Listrik, Bung AK bersama Tim Indonesia Bangkit yang dipimpinnya juga memperkenalkan mobil berbahan energi listrik non generator di depan seribuan warga Yogya yang mengikuti senam sehat yang digelar Tim Indonesia Bangkit di JEC. Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori