<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>b@Ra hAti3</title>
	<atom:link href="http://apit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apit.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 03:06:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='apit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>b@Ra hAti3</title>
		<link>http://apit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://apit.wordpress.com/osd.xml" title="b@Ra hAti3" />
	<atom:link rel='hub' href='http://apit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Terror Koruptor</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/21/terror-koruptor-2/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/21/terror-koruptor-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 15:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[nY@stRa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Terror koruptor intimidasi sejahtera Maka biarlah mereka mati sia-sia Daripada terus hidup jadi benalu di bumi Indonesia Juga wakil rakyat yang hanya makan gaji buta Absen rapat menebar syahwat Suarakan dengkur, Pastikan nasib rakyat kian tersungkur Untuk mereka pelaku korupsi Kami tunggu eksekusi yang sama seperti Amrozi Tembak mati di jantung, dada sebelah kiri<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=361&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terror koruptor intimidasi sejahtera<br />
Maka biarlah mereka mati sia-sia<br />
Daripada terus hidup jadi benalu di bumi Indonesia<br />
Juga wakil rakyat yang hanya makan gaji buta<br />
Absen rapat menebar syahwat<br />
Suarakan dengkur,<br />
Pastikan nasib rakyat kian tersungkur</p>
<p>Untuk mereka pelaku korupsi<br />
Kami tunggu eksekusi yang sama seperti Amrozi<br />
Tembak mati di jantung, dada sebelah kiri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=361&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/21/terror-koruptor-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karya Sastra Jawa Kuno 10</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/karya-sastra-jawa-kuno-10-2/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/karya-sastra-jawa-kuno-10-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 21:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[nY@stRa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[DARMAGANDHUL Darmagandhul, karya sastra Jawa klasik, berbahasa Jawa baru, berbentuk puisi tembang macapat, bernafaskan Islam dan berisi ajaran tasawuf atau mistik. Suluk ini ditulis oleh Ki Kalamwadi, waktu penulisan hari sabtu legi, 23 ruwah 1830 Jawa. Amanat ajaran dalam teks dituangkan dalam bentuk dialaog antara Ki Kalamwadi dengan Darmagandhul, isi teks menceritakan jatuhnya kerajaan Majapahit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=273&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;">DARMAGANDHUL</span></strong></p>
<p>Darmagandhul, karya sastra Jawa klasik, berbahasa Jawa baru, berbentuk puisi tembang macapat, bernafaskan Islam dan berisi ajaran tasawuf atau mistik. Suluk ini ditulis oleh Ki Kalamwadi, waktu penulisan hari sabtu legi, 23 ruwah 1830 Jawa. Amanat ajaran dalam teks dituangkan dalam bentuk dialaog antara Ki Kalamwadi dengan Darmagandhul, isi teks menceritakan jatuhnya kerajaan Majapahit karena serbuan tentara Demak Bintara yang dibantu para wali.<span id="more-273"></span></p>
<p>Ki Kalamwadi berguru kepada Reden Budi, sementara Raden Budi mempunyai murid bernama Darmagandhul. Darmagandhul menanyakan kepada gurunya mengenai kapan agama Islam itu datang di pulau Jawa. Ki Kalamwadi menjawab bahwa pada zaman Majapahit saat pemerintahan Prabu Brawijaya, permaisuri Prabu Brawijaya membujuk agar beliau beralaih ke agama Islam. Sayid Rahmat atau Sunan Bonang, kemenakan permaisuri Prabu Brawijaya yang berasal dari Campa, diberi tanah di Tuban dan diizinkan untuk menyebarkan agama Islam. Daerah penyebarannya sepanjang pantai utara Jawa, mulai dari Blambangan sampai Banten. Kemudian datanglah Raden Patah, yakni putra Prabu Brawijaya yang lahir di tanah Palembang, yang diberi tanah Demak dan sebagai adipati, juga diizinkan menyebarkan agama Islam. Penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Bonang di daerah Kediri mendapatkan tantangan dari Ki Buta Locaya penguasa di daerah tersebut. Kemudian Sunan Bonang menuju ke desa Bogem, dan merusak arca kuda berkepala dua karya Prabu Jayabaya. Perusakan arca tersebut mendapatkan tentangan Ki Buta Locaya yang mendesak agar Sunan Bonang pergi dari daerah itu. Patih Gajah Mada menghadap Prabu Brawijaya dan memberitahukan bahwa tanah Kertasana rusak akibat perbuatan Sunan Bonang. Akhirnya, Prabu Brawijaya memerintahkan agar mengusir kaum Islam dari daerah Majapahit, kecuali kaum muslimin yang tinggal di Ngampelgading dan Demak, Sunan Bonang dan Sunan Giri menyingkir ke Tuban dan berlindung ke Demak.</p>
<p>Perlawanan antara pasukan Prabu Brawijaya dengan Sultan Demak , dalam pertempuran sengit itu tentara Majapahit hancur, Gajah Mada gugur di medan laga. Kemudian orang-orang Majapahit yang takluk kepada Demak diperintahkan masuk agama Islam. Akhirnya Sultan Patah yang didukung oleh para wali pergi ke Ngampeldenta untuk menghadap neneknya. Neneknya Nyai Ngampeldenta sangat menyesal perbuatan yang dilakukan oleh Sultan Patah dalam melawan ayahnya.</p>
<p>Ia mempermasalahkan Sultan Patah beserta para wali yang tidak baik misalnya budi kepada Prabu Brawijaya. Ia memberikan beberapa contoh yang tidak baik misalnya kejadian di Mesir yang dialami Nabi Daud, perebutan kekuasaan yang dilakukan Prabu Dewatacengkar terhadap ayahnya, Prabu Sindhula dan peristiwa Prabu Danapati raja Lokapala melawan ayahnya, Sang resi Wisrawa.</p>
<p>Contoh-contoh tersebut merupakan permusuhan antara anak melawan ayahnya, seperti halnya yang dilakukan oleh Sultan Patah terhadap Prabu Brawijaya. Dengan adanya penjelasan dari neneknya tadi, maka Sultan Patah sangat sedih dan menyesal atas segala perbuatannya. Ahkirnya Sunan Kalijaga diutus untuk mencari Prabu Brawijaya dan memohon kepadanya agar bersedia kembali menjadi raja Majapahit. Sekembalinya Sultan Patah ke Demak di sambut dengan gembira. Ia menceritakan hal itu kepada Sunan Bonang, akhirnya Sunan Bonang memberikan penjelasan secara panjang lebar bahwa perlawanannya terhadap ayahnya itu tidak berdosa, karena ayahnya seorang kafir.</p>
<p>Sunan Kalijaga menjumpai Prabu Brawijaya di Blambangan untuk menyampaikan tugasnya. Karena kepandaian Sunan Kalijaga maka bersedialah Prabu Brawijaya kembali ke Majapahit. Ia sangat tertarik atas keterangan Sunan sehingga prasangka buruk akan agama Islam sedikit banyak hilang. Bahkan ia bermaksud untuk masuk agama Islam secara lahir maupun batin.</p>
<p>Penyebaran agama Islam terhadap punakawan Prabu Brawijaya, yakni Sabdapalon dan Nayagenggong, yang berakhir dengan penolakan ( tidak berhasil ) Sabdapalon menilai bahwa Prabu Brawijaya telah menyimpang dari para pendahulunya yang melestarikan agama Budha. Sunan Kalijaga berusaha menghibur hati Prabu Brawijaya utuk bahwa ajaran agama Islam itu baik dan diridhoi Tuhan. Sunan bersabda bahwa air telaga itu berbau wangi, dan terjadilah demikian. Setelah selama seminggu dalam perjalanan yang melewati Panarukan, Besuki dan Prabalingga akhirnya sampailah di Ngampeldenta.</p>
<p>Jatuhnya Kerajaan Majapahit atas serangan Demak yang dilukiskan secara simbolis. Darmagandhul juga minta penjelasan tentang agama Nasrani yang kemudian dijelaskan oleh Kalamwadi. Disebutkan bahwa agama Nasrani itu dibawa oleh Nabi Ngisa, Putra Tuhan. Dijelaskan pula, bahwa sebenarnya Sultan Demak merasa menyesal atas penyerbuannya ke Kerajaaan Majapahit. Ia merasa berdosa melawan ayahnya. Bahkan ia merasa pula bahwa pengangkatannya sebagai Sultan Demak itu juga dari ayahnya. Akan tetapi semuanya telah terjadi, maka Sultan Demak dengan bersedih hati kembali ke Demak. Darmagandhul menguraikan tentang sebab-sebab Nabi Adam dan Ibu Kawa turun dari surga terkena marah Tuhan. Darmagandhul tidak mengetahui bagaimana pandangan kitab Jawa tentang Nabi Adam itu. Ki Kalamwadi menjelaskan bahwa orang Jawa tidak mempunyai kitab yang menceritakan tentang pengusiran Tuhan terhadap Nabi Adam dan Ibu Kawa itu. Kitab yang menjadi pegangan raja hanyalah Manikmaya. Darmagandhul juga menguraikan pendapatnya bahwa baginda, baik agama itu harus konsekuen mengerjakan peraturan yang ada di dalamnya. Namun, yang paling baik bagi orang Jawa adalah agama Budi, sebab agama Budi telah dianut sejak dahulu kala.</p>
<p>Perbedaan agama Islam, Nasrani, Cina dan Jawa. Ki Kalamwadi mencela orang yang naik haji ke Mekah dengan mengharapkan kelak masuk surga. Konon ada anggapan bahwa yang datang naik haji ke Mekah dan mencium kakbah akan terhapus dosanya dan nantinya masuk surga. Hal itu itu tidaklah benar. Orang akan masuk surga apabila dirinya bersih. Perbedaan adanya utusan dan kitab yang menjadi pegangan itu berbeda. Kalamwadi menjawab bahwa itulah kebebasan yang diberikan Tuhan agar manusia memilih agama yang menjadi kesenangannya. Meskipun demikian, agama Budi bagi orang Jawa tetap lebih tinggi dan sesuai.</p>
<p>Kalamwadi membentangkan ajaran itu kepada istrinya, Perjiwati, mengenai hal keutamaan dalam hidup dan mengenai ajaran perkawinan. Bekal perkawinan itu bukannya rupa dan harta akan tetapi hati. Perkawinan diibaratkan sebagai galah dan kemudi, yang masing-masing harus sejalan. Diuraikan pula mengenai 4 kemuliaan, yaitu: (1) kemuliaan yang lahir dari diri sendiri, (2) yang lahir dari harta benda pemilik, (3) kemuliaan karena kepandaiannya, (4) kemuliaan karena pengetahuannya. Generasi sekarang tidak boleh meremehkan generasi pendahulunya (orang kuna).</p>
<p>Menurut Ki Kalamwadi disebutkan bahwa bekas kerajaan Prabu Brawijaya tidak terletak di Kediri, akan tetapi terletak di Daha. Akhir kehidupannya, Prabu Jayabaya muksa diiringkan oleh Patih Tunggulwulung dan Nimas Ratu pagedhongan. Tunggulwulung diperintahkan menjaga Gunung Kelud sedangkan Nimas ratu Pegendhongan menjadi raja jin penguasa laut selatan dengan gelar Ratu Angin-Angin.</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=273&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/karya-sastra-jawa-kuno-10-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karya Sastra Jawa Kuno 7</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/karya-sastra-jawa-kuno-7-2/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/karya-sastra-jawa-kuno-7-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 21:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[nY@stRa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[SERAT KALATIDA Sinom 1. Mangkya darajating praja, Kawuryan wus sunyaturi, Rurah pangrehing ukara, Karana tanpa palupi, Atilar silastuti, Sujana sarjana kelu, Kalulun kala tida, Tidhem tandhaning dumadi, Ardayengrat dene karoban rubeda Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot. Situasi (keadaan tata negara) telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Sudah banyak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=268&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:14pt;">SERAT KALATIDA</span></strong></p>
<p>Sinom<br />
1. Mangkya darajating praja, Kawuryan wus sunyaturi, Rurah pangrehing ukara, Karana tanpa palupi, Atilar silastuti, Sujana sarjana kelu, Kalulun kala tida, Tidhem tandhaning dumadi, Ardayengrat dene karoban rubeda</p>
<p>Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot. Situasi (keadaan tata negara) telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Suasananya mencekam. Karena dunia penuh dengan kerepotan.<span id="more-268"></span></p>
<p>2. Ratune ratu utama, Patihe patih linuwih, Pra nayaka tyas raharja, Panekare becik-becik, Paranedene tan dadi, Paliyasing Kala Bendu, Mandar mangkin andadra, Rubeda angrebedi, Beda-beda ardaning wong saknegara</p>
<p>Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik, Patihnya juga cerdik, semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik, namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. Lain orang lain pikiran dan maksudnya.</p>
<p>3.Katetangi tangisira, Sira sang paramengkawi, Kawileting tyas duhkita, atamen ing ren wirangi, Dening upaya sandi, Sumaruna angrawung, Mangimur manuhara, Met pamrih melik pakolih, Temah suka ing karsa tanpa wiweka</p>
<p>Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis, penuh kesedihan, mendapatkan hinaan dan malu, akibat dari perbuatan seseorang. Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada.</p>
<p>4.Dasar karoban pawarta, Bebaratun ujar lamis, Pinudya dadya pangarsa, Wekasan malah kawuri, Yan pinikir sayekti, Mundhak apa aneng ngayun, Andhedher kaluputan, Siniraman banyu lali, Lamun tuwuh dadi kekembanging beka</p>
<p>Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar, bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Sebenarnya kalah direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan.</p>
<p>5. Ujaring panitisastra, Awewarah asung peling, Ing jaman keneng musibat, Wong ambeg jatmika kontit, Mengkono yen niteni, Pedah apa amituhu, Pawarta lolawara, Mundhuk angreranta ati, Angurbaya angiket cariteng kuna</p>
<p>Menurut buku Panitisastra (ahli sastra), sebenarnya sudah ada peringatan. Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini, orang yang berbudi tidak terpakai. Demikianlah jika kita meneliti. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala.</p>
<p>6. Keni kinarta darsana, Panglimbang ala lan becik, Sayekti akeh kewala, Lelakon kang dadi tamsil, Masalahing ngaurip, Wahaninira tinemu, Temahan anarima, Mupus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan</p>
<p>Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala, guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul. Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama, mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati, akhirnya &#8220;nrima&#8221; dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh.</p>
<p>7. Amenangi jaman edan, Ewuh aya ing pambudi, Milu edan nora tahan, Yen tan milu anglakoni, Boya kaduman melik, Kaliren wekasanipun, Ndilalah karsa Allah, Begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada</p>
<p>Hidup didalam jaman edan, memang repot. Akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada.</p>
<p>8. Semono iku bebasan, Padu-padune kepengin, Enggih mekoten man Doblang, Bener ingkang angarani<br />
Nanging sajroning batin, Sejatine nyamut-nyamut, Wis tuwa arep apa, Muhung mahas ing asepi, Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma</p>
<p>Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Betul bukan ? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Sekarang sudah tua, apa pula yang dicari. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan.</p>
<p>9.Beda lan kang wus santosa, Kinarilah ing Hyang Widhi, Satiba malanganeya, Tan susah ngupaya kasil<br />
Saking mangunah prapti, Pangeran paring pitulung, Marga samaning titah, Rupa sabarang pakolih, Parandene maksih taberi ikhtiyar</p>
<p>Lain lagi bagi yang sudah kuat. Mendapat rakhmat Tuhan. Bagaimanapun nasibnya selalu baik. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. Namun demikian masih juga berikhtiar.</p>
<p>10. Sakadare linakonan, Mung tumindak mara ati, Angger tan dadi prakara, Karana riwayat muni, Ikhtiyar iku yekti, Pamilihing reh rahayu, Sinambi budidaya, Kanthi awas lawan eling, Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma</p>
<p>Apapun dilaksanakan. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar, hanya harus memilih jalan yang baik. Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan.</p>
<p>11. Ya Allah ya Rasulullah, Kang sipat murah lan asih, Mugi-mugi aparinga, Pitulung ingkang martani<br />
Ing alam awal akhir, Dumununging gesang ulun, Mangkya sampun awredha, Ing wekasan kadi pundi<br />
Mula mugi wontena pitulung Tuwan</p>
<p>Ya Allah ya Rasulullah, yang bersifat murah dan asih, mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. Sekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami.</p>
<p>12. Sageda sabar santosa, Mati sajroning ngaurip, Kalis ing reh aruraha, Murka angkara sumingkir, Tarlen meleng malat sih, Sanityaseng tyas mematuh, Badharing sapudhendha, Antuk mayar sawetawis, BoRONG angGA saWARga meSI marTAya</p>
<p>Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa, seolah-olah dapat mati didalam hidup. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami</p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=268&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/karya-sastra-jawa-kuno-7-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nagarakrtagama, Aslinya Desawarnana</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/nagarakrtagama-aslinya-desawarnana-3/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/nagarakrtagama-aslinya-desawarnana-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 21:55:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[NegRie_Q..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 26/5/2008 &#124; 21:59 WIB JAKARTA, SENIN &#8211; Filolog Prof Dr Stuart Robson dari Monash University mengungkapkan bahwa Nagarakrtagama yang mendapat pengakuan sebagai Memory of the World dan sertifikatnya diterima Kepala Perpustakaan Nasional RI Dady P Rachmananta dari Unesco, Senin (26/6), bukan judul/nama asli yang diberikan Mpu Prapanca. Nama asli yang diberikan Mpu Prapanca adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=297&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="judulheadline1"> </span></p>
<div style="margin-right:10px;width:300px;float:left;"><!--- video --> <!--s:terkait --> <!--e:terkait --></div>
<p><span style="margin-top:40px;line-height:20px;">Senin, 26/5/2008 | 21:59 WIB<strong></strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA, SENIN</strong> &#8211; Filolog Prof Dr Stuart Robson dari Monash University mengungkapkan bahwa <em>Nagarakrtagama </em>yang mendapat pengakuan sebagai <em>Memory of the World</em> dan sertifikatnya diterima Kepala Perpustakaan Nasional RI Dady P Rachmananta dari Unesco, Senin (26/6), bukan judul/nama asli yang diberikan Mpu Prapanca. Nama asli yang diberikan Mpu Prapanca adalah <em>Desawarnana</em>.&#8221;Mpu Prapanca memakai nama asli <em>Desawarnana</em> yang berarti deskripsi daerah-daerah, karena isi teks bagian yang penting dari karya itu memuat tentang hal itu. Namun demikian, sejarawan di Indonesia dan di luar negeri terlanjur mengenal karya sastra agung sebagai <em>Nagarakrtagama</em>,&#8221; kata Stuart Robson, pada acara Talk Show di Perpustakaan Nasional, Senin (26/5).</p>
<p><span style="margin-top:40px;line-height:20px;">Robson yang 40 tahun lebih meneliti teks-teks Jawa Kuno menjelaskan, <em>Nagarakrtagama</em> adalah karya luar biasa yang tidak ada bandingannya. Bahkan boleh disebut unik dalam khasanah sastra Jawa Kuno. Bukan hanya soal keindahan, melainkan juga perhatian pengarangnya terhadap lingkungannya dan riwayatnya yang disampaikan mengenai kejadian yang disaksikan sendiri.<span id="more-297"></span>Bahasa Jawa Kuno yang ada pada Nagarakrtagama sulit dipahami oleh penutur bahasa Jawa sekarang, karena ia bukan bahasa Kawi yang terdapat dalam karya klasik Jawa, seperti karangan Ranggawarsita dalam abad ke-19. Bahasa Jawa Kuno yang dituturkan Mpu Prapanca, lebih tua lagi. Dapat didefenisikan sebagai bahasa Jawa dari zaman sebelum masuknya Islam di Jawa, yang diilhami peradaban Hindu-Budha Jawa.</p>
<p>Robson yang menguasai bahasa Jawa Kuno itu juga mengungkapkan siapa Mpu Prapanca yang selama ini dipertanyakan banyak orang.</p>
<p>Dalam karyanya itu, Mpu Prapanca adalah nama yang diperkenalkan sebagai mana disebutkan: ..<em>ngkan teking maparab Prapanca tumut anglenggeng angiring i jong nareswara</em> ( ..lalu orang ini yang bernama Prapanca ikut mengembara dalam keindahan alam sambil mengiring sang nareswara).</p>
<p>&#8220;Dia menerangkan bahwa dia berkedudukan sebagai <em>dharmadhyaksa kasogatan</em>, yaitu kepala departemen urusan Agama Budha dan telah mengganti ayahnya. Prapanca menyebut diri <em>sang kawi putra sang kawi</em>, yaitu penyair, seperti ayahnya yang juga penyair,&#8221; kata Robson.</p>
<p>Menurut Robson, <em>Nagarakrtagama</em> yang dibagi atas 94 pupuh (canto), ditambah empat lagi yang tidak ada kaitannya, diselesaikan pada 30 September 1365. Jelaslah, Mpu Prapanca tidak mengarang kakawin ini sekaligus. Beliau memakai catatan mengenai perjalanan raja yang dibuat tahun 1359, lalu karangannya ditambah sedikit demi sedikit.</p>
<p>&#8220;Ternyata <em>Nagarakrtagama </em>bukan satu-satunya karangan Prapanca. Masih ada karya lain yaitu <em>Sakabda, Lambang, Parwasagara, Bhismasarana,</em> dan <em>Sugataparwa,</em> dengan catatan bahwa <em>Lambang </em>dan <em>Sakabda</em> digarap kembali, ditambahi dan belum selesai,&#8221; paparnya.</p>
<p>&#8220;Tampaknya metode yang sama dengan halnya <em>Nagarakrtagama</em>: ditambah-tambah dengan informasi yang baru.&#8221;</p>
<p>Filolog Monash University ini banyak mengatakan, <em>Nagarakrtagama</em> sebagai karya sastra dengan tujuan tertentu tidak boleh dianggap obyektif sama sekali. Ia tidak dikarang dengan maksud supaya dijadikan tambahan data untuk sejarawan, tetapi pasti mengandung informasi luar biasa banyak tentang negara Majapahit pada puncak kemegahannya.</p>
<p>Fakta geografi dapat dilihat lewat peta; data arkeologi dapat diteliti melalui penginggalan; tapi di pihak lain dalam bidang sejarah dinasti, misalnya, juga ada pengakuan atau klaim yang sifatnya tak mungkin diperiksa lagi.</p>
<p><strong>Yurnaldi</strong></p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=297&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/nagarakrtagama-aslinya-desawarnana-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agitator Itu Bernama Panjebar Semangat</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/agitator-itu-bernama-panjebar-semangat/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/agitator-itu-bernama-panjebar-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 21:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[NegRie_Q..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Menengok Warisan dr Soetomo (4) Selasa, 20 Mei 2008 &#124; 14:08 WIB Laporan Wartawan Surya Kuncarsono Prasetyo SISA pers perjuangan sekarang hanya Penjebar Semangat, meski orientasinya sudah berbeda. Namun, daya tahan puluhan tahun itulah yang patut diacungi jempol. Siang itu, majalah Mingguan Bahasa Jawa, Panjebar Semangat (PS), naik cetak lagi. Kira-kira, kali ini adalah cetakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=291&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="judulisiberitaatas" style="margin:0;">Menengok Warisan dr Soetomo (4)</div>
<div style="width:300px;float:left;margin-right:10px;"><!--- video --></div>
<div class="tanggal">Selasa, 20 Mei 2008 | 14:08 WIB</div>
<p><strong>Laporan Wartawan Surya Kuncarsono Prasetyo</strong></p>
<p><strong>SISA</strong> pers perjuangan sekarang hanya Penjebar Semangat, meski orientasinya sudah berbeda. Namun, daya tahan puluhan tahun itulah yang patut diacungi jempol.</p>
<p>Siang itu, majalah Mingguan Bahasa Jawa, Panjebar Semangat (PS), naik cetak lagi. Kira-kira, kali ini adalah cetakan yang ke-3.648 sejak majalah ini lahir 2 September 1933. Oplahnya masih membubung sekalipun usianya sudah 76 tahun. Di antara 30.000 eksemplar setiap minggunya, sebagian dikirim ke Suriname hingga Negeri Belanda. Mungkin inilah satu-satunya media massa tertua di Indonesia yang masih bisa dinikmati.<span id="more-291"></span></p>
<p>“Dalam sejarahnya, inilah majalah agitasi dan pembakar semangat rakyat umum yang terkuat. Karena masa itu tidak ada rakyat kecil yang bisa berbahasa Indonesia kecuali orang sekolahan. Sementara semangat perjuangan harus dikobarkan seluas- luasnya,” kata Pj Pimpinan Redaksi PS, Moechtar.</p>
<p>Memasuki lantai dua, saya merasakan roh perjuangan itu berhembus lagi. Mesin-mesin cetak tua masih digunakan. Bahkan peta jaringan distribusi majalah selebar tiga meter terbitan tahun 1930 tetap tertempel dan masih terpakai. Jakarta masih tertulis Batavia dan Buitenzorg untuk penyebutan Bogor.</p>
<p>Bahkan Bung Karno juga terkesan dengan PS. Di ulang tahun ke-20 PS pada 1953, presiden pertama ini memberi kesan ditulis tangan yang naskah aslinya saya lihat siang itu. Menurutnya PS berjasa membantu perjuangan nasional, semoga panjang umur.</p>
<p>Edisi pertama penerbitan ini berkop Weekblad Djawa Oemoem Panjebar Semangat. Pada delapan halaman di edisi awal ini setidaknya cukup menggambarkan betapa tulisan majalah ini begitu beraroma agitatif,<br />
lebih-lebih di masa kolonial. Majalah yang mulanya selebar tabloid ini memiliki rubrik antara lain: Pergerakan, yang berisi liputan perkembangan gerakan kebangsaan dan upaya-upaya Belanda melakukan pencekalan, Taman Poetri yang dipenuhi tulisan tentang pemikiran perempuan dan beberapa rubrik lain.</p>
<p>Saya mengutip beberapa berita di rubrik Pergerakan untuk menunjukkan betapa ’beraninya’ PS masa itu. Tulisan Bahasa Jawa dengan ejaan lama itu saya terjemahkan bebas sebagai berikut:</p>
<p>Tentang PNI, Dikabarkan bahwa Bung Hatta pergi ke Turen (Malang, Red) untuk menemui pimpinan PNI setempat. Beberapa pimpinan PNI datang. Namun, polisi membubarkan pertemuan karena dianggap ilegal. Roekoen Tani Bondowoso, Vergadering (perkumpulan) Rukun Tani Bondowoso yang diketuai Roeslan dibubarkan pemerintah karena petani dilarang memiliki perkumpulan. Yang melarang adalah wakil pemerintah.</p>
<p>Cobaan Iman, Tanggal 21 bulan ini (September 1933, Red) surat kabar Sin Po mengatakan priyayi yang menjadi pimpinan Partindo (Partai Indonesia , Red) dan PNI diundang di Kabupaten Tuban. Mereka ditanya agar memilih antara organisasi atau pekerjaanya sebagai aparat negara.<br />
Jika berat pekerjaan wajib keluar dari organisasi, menurut Sin Po banyak yang keluar dari organisasi. PS didirikan oleh motor pergerakan nasional Dr Soetomo di paviliun Gedong Nasional Indonesia ( GNI ) Bubutan sekitar dua tahun setelah GNI berdiri. Markasnya tidak pernah pindah.</p>
<p>Sebelum mendirikan PS, Soetomo mendirikan koran harian Soeara Oemoem dengan alamat redaksi yang sama. Namun, Soeara Oemoem tidak berumur panjang seperti PS. Kalimat agitatif itu sudah tidak bisa ditemukan lagi pada penerbitan PS masa sekarang. “Mungkin hanya orang-orang tua yang masih memiliki roh PS sebagai pers perjuangan, saya generasi baru yang datang menjadi wartawan sejak 1978,” kata seorang wartawannya, Bambang Sudiyanto.</p>
<p>Moechtar juga mengakui ada perubahan visi PS dari majalah agitatif ke media pelestari budaya Jawa. Namun, setidaknya mimpi Bung Karno supaya PS panjang umur kesampaian.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=291&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/agitator-itu-bernama-panjebar-semangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komputerisasi Aksara Sunda Selamatkan Naskah Kuno</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/komputerisasi-aksara-sunda-selamatkan-naskah-kuno/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/komputerisasi-aksara-sunda-selamatkan-naskah-kuno/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 21:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[NegRie_Q..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 26/5/2008 &#124; 21:44 WIB BANDUNG, SENIN&#8211; Komputerisasi aksara atau huruf Sunda akan menjadi langkah maju penyelamatan naskah-naskah Sunda Kuno yang selama ini dikuatirkan hancur termakan umur atau hilang sebelum berhasil diterjemahkan. &#8221;Huruf Sunda saat ini menjadi salah satu dari empat huruf di Nusantara yang sudah resmi masuk standard Unicode 5.1., tiga lainnya huruf Bali, Bugis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=299&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="judulheadline1"><br />
</span></p>
<div style="margin-right:10px;width:300px;float:left;"><!--- video --> <!--s:terkait --> <!--e:terkait --></div>
<p><span style="margin-top:40px;line-height:20px;"> Senin, 26/5/2008 | 21:44 WIB<strong></strong></span></p>
<p><span style="margin-top:40px;line-height:20px;"><strong>BANDUNG, SENIN</strong>&#8211;</span></p>
<p>Komputerisasi aksara atau huruf Sunda akan menjadi langkah maju penyelamatan naskah-naskah Sunda Kuno yang selama ini dikuatirkan hancur termakan umur atau hilang sebelum berhasil diterjemahkan. &#8221;Huruf Sunda saat ini menjadi salah satu dari empat huruf di Nusantara yang sudah resmi masuk standard Unicode 5.1., tiga lainnya huruf Bali, Bugis dan Rejang,&#8221; kata Dadan Sutisna dari Paguyuban Panglawungan Sunda di sela-sela Seminar &#8220;Standarisasi Aksara Sunda untuk Unicode&#8221; di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Senin.</p>
<p><span style="margin-top:40px;line-height:20px;">Unicode adalah lembaga independen yang berusaha memecahkan persoalan huruf di komputer yang didirikan oleh perusahaan software dunia. Aksara yang memenuhi standar Unicode bisa dengan mudah digunakan dalam komputer karena Unicode tidak memisah-pisahkan bahasa dan bentuk huruf.<span id="more-299"></span>Ia menyebutkan, bentuk huruf sunda yang telah didaftarkan ke Unicode sebanyak 55 bentuk yang terdiri dari &#8220;aksara swara&#8221; (vokal mandiri), &#8220;aksara ngalagena&#8221; (konsonan), angka dan &#8220;rarangken&#8221;. &#8220;Slot yang disediakan oleh Unicode sebanyak 64 karakter, artinya pengkode-an huruf Sunda lebih sederhana bila dibandingkan dengan huruf Bali yang mencapai 121 karakter,&#8221; kata Dadan.</p>
<p>Wacana komputerisasi huruf Sunda itu telah muncul sejak tahun 2002. Dalam pertemuan Pusat Studi Sunda (PPS), Almarhum Prof. Dr. Edi S Ekadjati, menyatakan perlunya aplikasi komputer yang bisa membaca naskah-naskah Sunda Kuno terutama yang menggunakan naskah Sunda Kuno.</p>
<p>Hal itu, kata Dadan, dikemukakan menyusul hingga saat ini masih ada ratusan naskah Sunda yang belum tergali isinya. &#8221;Tidak banyak yang ahli terhadap naskah Sunda, kalau dihitung tidak akan lebih dari 10 orang,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menyebutkan, dua ahli naskah Sunda, Edi S Ekadjati dan Prof. Dr. Ayatrohaedi meninggal dunia, kini tinggal dua orang lagi yang ahli naskah Sunda Kuno yakni Drs. Undang A Darsa M. Hum dan Dra. Tien Wartini M.Hum. Menurut Dadan, era digital saat ini bisa dimanfaatkan untuk melestarikan peninggalan luhur itu. &#8220;Dua tahun lalu Pusat Studi Sunda telah merancang proyek inventarisasi, dokumentasi, transliterisasi dan menerjemahkan 2.500 naskah yang ditulis di daun lontar, namun hingga kini belum terrealisasikan karena keterbatasan dana,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Bertahap</strong></p>
<p>Untuk menghidupkan kembali huruf Sunda bukan hal gampang karena sudah terdesak huruf lainnya seperti Aksara Cacarakan, Pegon dan Latin. &#8221;Malah pada abad ke-19, warga Sunda tidak tahu bahwa mereka punya aksara atau huruf sendiri buatan leluhurnya,&#8221; kata Dadan.</p>
<p>Sementara itu Pakar Bahasa Sunda dari Universitas Padjadjaran Bandung, Undang Ahmad Darsa menyebutkan, berdasarkan sejarah, Tatar (kawasan) Sunda terdapat tujuh bentuk/jenis huruf yakni Pallawa, Pranagari, Sunda Kuno, Jawa (Carakan), Arab (Pegon), Cacarakan dan Latin.  &#8220;Rata-rata huruf itu dipakai 2-3 abad, tergantung periode pemeritahan, sosial dan budaya waktu itu,&#8221; kata Undang Darsa.</p>
<p>Dilihat dari jihad kebudayaan, kata Darsa, huruf Sunda merupakan salah satu bagian dari kebudayaan Sunda, oleh karena itu memasyarakatkan huruf Sunda harus dikaitkan dengan upaya memelihara kebudayaan Sunda secara utuh. &#8220;Memasyarakatkan huruf Sunda perlu bertahap, pasalnya sudah sekitar tiga abad tidak dikenal oleh masyarakat Sunda,&#8221; kata Undang Darsa menambahkan. (ANT)</p>
<p><strong>JY</strong></p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=299&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/11/komputerisasi-aksara-sunda-selamatkan-naskah-kuno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunga dan Tembok</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/bunga-dan-tembok/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/bunga-dan-tembok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 19:37:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[nY@stRa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[By: Widji Thukul seumpama bunga kami adalah bunga yang tak kaukehendaki tumbuh engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah seumpama bunga kami adalah bunga yang tak kaukehendaki adanya engkau lebih suka membangun jalan raya dan pagar besi seumpama bunga kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri jika kami bunga engkau adalah tembok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=343&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By: Widji Thukul<br />
seumpama bunga<br />
kami adalah bunga yang tak<br />
kaukehendaki tumbuh<br />
engkau lebih suka membangun<br />
rumah dan merampas tanah</p>
<p>seumpama bunga<br />
kami adalah bunga yang tak<br />
kaukehendaki adanya<br />
engkau lebih suka membangun<br />
jalan raya dan pagar besi</p>
<p>seumpama bunga<br />
kami adalah bunga yang<br />
dirontokkan di bumi kami sendiri</p>
<p>jika kami bunga<br />
engkau adalah tembok<br />
tapi di tubuh tembok itu<br />
telah kami sebar biji-biji<br />
suatu saat kami akan tumbuh bersama<br />
dengan keyakinan: engkau harus hancur!<br />
dalam keyakinan kami<br />
di mana pun – tirani harus tumbang!</p>
<p>Solo, ’87 &#8211; ‘88</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=343&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/bunga-dan-tembok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buron</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/buron/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/buron/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 19:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[nY@stRa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[By: Widji Thukul baju lain celana lain potongan rambut lain buku yang dibaca lain bahan percakapan lain nama lain identitas lain ekspresi lain menjadi diri sendiri adalah tindakan subversi di negeri ini maka selalu siaga polisi tentara hukum dan penjara bagi siapa saja yang menolak menjadi orang lain 20 september 96<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=340&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By: Widji Thukul<br />
baju lain<br />
celana lain<br />
potongan rambut lain<br />
buku yang dibaca lain<br />
bahan percakapan lain<br />
nama lain<br />
identitas lain<br />
ekspresi lain<br />
menjadi<br />
diri<br />
sendiri<br />
adalah tindakan<br />
subversi<br />
di negeri ini<br />
maka<br />
selalu siaga<br />
polisi<br />
tentara<br />
hukum dan penjara<br />
bagi siapa saja<br />
yang menolak<br />
menjadi orang lain</p>
<p>20 september 96</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=340&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/buron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Tanpa Judul)</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/tanpa-judul/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/tanpa-judul/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 19:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[nY@stRa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[By: Widji Thukul kuterima kabar dari kampung rumahku kalian geledah buku-bukuku kalian jarah tapi aku ucapkan banyak terima kasih karena kalian telah memperkenalkan sendiri pada anak-anakku kalian telah mengajar anak-anakku membentuk makna kata penindasan sejak dini ini tak diajarkan di sekolahan tapi rezim sekarang ini memperkenalkan kepada semua kita setiap hari di mana-mana sambil nenteng-nenteng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=337&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By: Widji Thukul</p>
<p>kuterima kabar dari kampung<br />
rumahku kalian geledah<br />
buku-bukuku kalian jarah</p>
<p>tapi aku ucapkan banyak terima kasih<br />
karena kalian telah memperkenalkan<br />
sendiri<br />
pada anak-anakku<br />
kalian telah mengajar anak-anakku<br />
membentuk makna kata penindasan<br />
sejak dini</p>
<p>ini tak diajarkan di sekolahan<br />
tapi rezim sekarang ini memperkenalkan<br />
kepada semua kita<br />
setiap hari di mana-mana<br />
sambil nenteng-nenteng senapan</p>
<p>kekejaman kalian<br />
adalah bukti pelajaran<br />
yang tidak pernah ditulis</p>
<p>Indonesia, 11 agustus 96</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=337&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/tanpa-judul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Suara</title>
		<link>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/sajak-suara/</link>
		<comments>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/sajak-suara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 19:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apit</dc:creator>
				<category><![CDATA[nY@stRa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apit.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[By: Widji Thukul sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu: pemberontakan! sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu ia ingin bicara mengapa kau kokang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=334&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By: Widji Thukul</p>
<p>sesungguhnya suara itu tak bisa diredam<br />
mulut bisa dibungkam<br />
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang<br />
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku</p>
<p>suara-suara itu tak bisa dipenjarakan<br />
di sana bersemayam kemerdekaan<br />
apabila engkau memaksa diam<br />
aku siapkan untukmu: pemberontakan!</p>
<p>sesungguhnya suara itu bukan perampok<br />
yang ingin merayah hartamu<br />
ia ingin bicara<br />
mengapa kau kokang senjata<br />
dan gemetar ketika suara-suara itu<br />
menuntut keadilan?</p>
<p>sesungguhnya suara itu akan menjadi kata<br />
ialah yang mengajari aku bertanya<br />
dan pada akhirnya tidak bisa tidak<br />
engkau harus menjawabnya<br />
apabila engkau tetap bertahan<br />
aku akan memburumu seperti kutukan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apit.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apit.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apit.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apit.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apit.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apit.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apit.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apit.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apit.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apit.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apit.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apit.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apit.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apit.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apit.wordpress.com&amp;blog=315807&amp;post=334&amp;subd=apit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apit.wordpress.com/2008/11/10/sajak-suara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1774b48d11f4128c1a85c7ae4f271293?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
