By: Widji Thukul
seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak
kaukehendaki tumbuh
engkau lebih suka membangun
rumah dan merampas tanah
seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak
kaukehendaki adanya
engkau lebih suka membangun
jalan raya dan pagar besi
seumpama bunga
kami adalah bunga yang
dirontokkan di bumi kami sendiri
jika kami bunga
engkau adalah tembok
tapi di tubuh tembok itu
telah kami sebar biji-biji
suatu saat kami akan tumbuh bersama
dengan keyakinan: engkau harus hancur!
dalam keyakinan kami
di mana pun – tirani harus tumbang!
Solo, ’87 – ‘88
tembok itu harus tahu bahwa biji-biji yang tertanam itu bukan biji bunga melati, tapi biji bunga beringin, yang begitu kecilnya hingga tak pernah nampak diantara rimbunnya daun dan kokohnya batang dan liarnya akar….yang mampu meruntuhkan tembok-tembok kekuasaan itu…(puisi yang menarik)
Oleh: yully d'carlo on November 11, 2008
at 3:08 am