Oleh: apit | Februari 17, 2008

Sumbangsih Dunia Islam pada Peradaban Dunia

Manchester-RoL– Prof Salim Al Hassani, penulis buku “1001 Inventions; Muslim Heritage in Our World” atau “1001 Penemuan; Warisan Islam bagi dunia kita” yang juga adalah Professor of Engineering di University Manchester, mengungkapkan bahwa saat dunia Barat masih berada dalam zaman kegelapan (dark ages) dunia Islam sudah banyak menyumbangkan kontribusinya dalam peradaban dunia.

“Sayangnya sejarah kontribusi kaum Muslim ini tidak banyak diketahui oleh khalayak banyak sehingga seakan-akan peradaban Islam tidak ada pengaruhnya pada dunia,” ujar Prof Salim dalam acara Kibar Gathering yang digelar di Manchester selama dua hari hingga Minggu diikuti sekitar 200 peserta yang datang dari berbagai daerah di Kerajaan Inggris.

Kibar Gathering merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (Kibar) dalam rangka meningkatkan dakwah dan ukhuwah umat Islam Indonesia yang berada di Inggris.

Lebih lanjut Prof Salim yang mendirikan Foundation for Science, Technology and Civilisation, mengatakan bahwa di bidang ilmu Fisika, Al Kindi seorang ilmuwan muslim dari abad ke sembilan Masehi, telah meletakkan dasar-dasar ilmu optik (penglihatan) dan kemudian dilanjutkan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim lainnya seperti al Hasan ibnu al Haitham, Ibnu Sahal, dan Kamal al-Din al Farasi.

Sementara di bidang Matematika, al Tusi mengembangkan ilmu trigonometri di abad ke 13 Masehi. Para ahli muslim lain yang ikut mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang ini adalah al Biruni, al Battani, Abu al-Wafa’, dan juga Ibnu Yunus, ungkap Prof Salim yang pernah ke Indonesia dan mengenal dekat dengan mantan Presiden Prof.Dr. BJ Habibie, serta Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid.

Sedangkan di bidang ilmu-ilmu sosial, Ibnu Khaldun adalah tokoh besar yang berjasa dalam bidang sosiologi, ekonomi dan perdagangan, sejarah, filosofi, ilmu politik dan antropologi. Karya besarnya adalah buku berjudul “al Muqaddimah” yang merupakan buku studi sejarah yang menegakkan prinsip-prinsip penulisan sejarah yang obyektif dan menyeluruh.

Pembicara lain dalam kesempatan Kibar Gathering ini, Ketua Ikatan Da?i Indonesia Jawa Timur, Ir Sigit Sosiantomo mengatakan bahwa sebagai umat muslim Indonesia, Keluarga Islam Indonesia Britania Raya (Kibar) harus mendeklarasikan diri dan bangga menjadi umat Muslim.

“Menjadi Muslim bukan hanya perkataan saja tetapi harus diamalkan dengan rukun rukunnya,” ujar salah seorang konsultan perusahaan perkapalan itu.

Pada kesempatan acara Kibar Gathering ini diadakan penggantian ketua pengurus Kibar dari Dono Widiatmoko kepada Hendarko dari Swindon. Selain itu peserta anak-anak diajak untuk melakukan kunjungan ke Museum of Science and Industry di kota Manchester, dan membuat laporan kunjungan serta mempresentasikannya di hadapan seluruh peserta dalam acara penutupan. ant/

Sumber: http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=323773&kat_id=23


Tanggapan

  1. terima ksih infonya
    hal ini perlu disebarluaskan
    karena banyaknya “orang islam” yang lupa akan sejarah islam itu sendiri


Beri tanggapan

Your response:

Kategori