By: elKaban13
Semiotika semesta masih jijik dan memuakkan
Seperti menghidangkan seonggok tinja di atas meja makan
Bau, Menciptakan idiom-ikon bangsat belagu
Kemarin- Dari dalam negeri:
Kenaikan BBM memaksamu menggali kubur sendiri
Sekaligus kubur anakmu yang lapar
Sebagian bunuh diri ditinggal pacar
Dipoligami, diboongin, digampar
Coba usaha malah digrebeg aparat
Dituduh melanggar UU TIBUM keparat
Padahal hanya ingin meminta
Sereceh hakmu di kantong-kantong gemuk mereka
Jangan tuding mereka korupsi
Percuma, katanya sih tugas pak polisi
Yang cengar-cengir ingat senyum anak istri
Saat dibisiki segepok dollar menanti
Cukup pikirkan perut tipismu lama tak terisi
Sepele, isi perut menjadikan manusia sombong
Semakin gendut, semakin kelihatan bohong
Bagaimana mungkin gaji sebulan 5 juta
Beranak 10 juta dalam sekejap mata
Ada lagi berita dalam negeri dari luar negeri:
Tentang nasib pahlawan devisa yang hak-haknya diamputasi
Tidak ada keselamatan, kecuali berlari mengetuk pintu deportasi
Atau balik mengunyah berdarah-darah. Isi
Dalam kondom milik majikan yang tak sopan
Menyelinap diam-diam ke balik gaun malam
Deritamu pun berakhir dalam headline koran pagi:
“Lagi, Inem TKW asal Indonesia dihukum mati”
Sial, Impotensi memang kiamat kubro laki-laki
Hari ini- Tentang berita luar negeri:
Masih seputar Iran yang tekhnologinya dikebiri
Dalam slogan HAM a la paman Sam
Tentang segala kebebasan yang selalu diakhiri, “asal bukan Iran”
Mimpi-mimpi men-Saddam-kan Bush dan Sharon di tiang gantung
Diiringi goyang striptease Cendolijo Rice mengadopsi tarian belatung
Atau Israel yang kembali memuntahkan libido keserakahannya
Menyerobot tanah arab sambil diselingi tepuk tangan negara-negara
Penjilat lipatan pantat amerika berikut tai-tai demokrasinya
Standar ganda menjijikan Bush Jr menuai serapah
Atas fakta dagelan politik buang ludah
Di atas jasad kaku penuh darah dan nanah
Tanpa nyawa anak-anak Afghan, Somalia, Euretria
Iraq, Rwanda, Ethiopia, Palestina
Dan menyusul dalam daftar calon korban; Indonesia
Yang semakin tidak dihargai sebagai mayat manusia
Lagi-lagi semua pura-pura bego
Karena takut ancaman embargo cuma bisa melongo
Bergaya diplomasi sana-sini malah kaya Beo, sok hero
Senyam-senyum malah mirip drakula
Diam, lebih menyerupai idiot buta-tuna wicara
Besok- Berita tentang Indonesia yang tidak lagi berpenghuni
Penduduknya mencoba sistem baru bikinan sendiri
Transmigrasi massal ke luar negeri
Sebagai ilmuwan, bisnisman atau TKI abadi
Karena di negeri sendiri cuma bisa gigit jari
Menonton kekayaan alam serba perawan terbengkalai
Sambil meratapi kemiskinan tak pernah selesai
Mungkin karena bodoh, atau menjadi korban keserakahan
Konglomerat setan yang rakusnya ngga pernah ketahuan
Atau ketahuan, tapi berkas kasusnya sekedar mampir di meja pengadilan
Lalu sebagian merayakan jumlah hartanya yang masuk peringkat 5 Asia
Drama Paradoksal, Selaras dengan anekdot demokrasi penuh sorak
Sambil melepas peluru tepat dijidat rakyat taat pajak
“Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat…”
Semiotika Semesta benar-benar jijik dan memuakkan
Seperti melahap seonggok tinja di atas meja makan
Hehehe.. Benar2 menarik racikan gaya bahasamu, Apit K. Aku selalu menemukan kalimat penggugahnya, “diperkosa.” Hahaha… Kalimat yang manarik itu. Dan akan selalu menarik lagi jika dibahas lebih dalam. Kakakakak….
)
Yang jelas, aku tidak akan kekurangan berita dan informasi jika membaca karya2mu, Apit K. Sebab, di sana semua tertuang. Kau pintar menyelipkan itu, sedang aku masih tak mampu…
Ajari aku, Apit K.
Oleh: Filantropy on Oktober 24, 2007
at 6:38 am
wah ponki sekarang lebih keren tuh bahasanya. Seperti Filosofi gitu,,,,mas apit apalagi, saya bisa sejajarkan karyanya dengan Om GM (guru master) heheheh eh maksud saya Gunawan Muhammad
Oleh: AaRom on Oktober 24, 2007
at 11:36 am
hahahaha..thanks semua penyair ponky dan mas agus yg mengajarkan. kata “diperkosanya” hilang..entah saya sepertinya tertarik untuk tidak sekedar melafalkan atau menulisnya! hehehe…
Oleh: apit on Oktober 24, 2007
at 1:11 pm
lonthe
Oleh: eek on Agustus 3, 2009
at 11:30 am