Oleh: apit | September 18, 2007

G 30 S / PKI [versi Dr. Soebandrio]

Peristiwa G 30 S / PKI versi Dr. Soebandrio batal beredar, penulis Memoar tokoh penting Era Orde Lama itu adalah wartawan senior Jawa Pos Djono W. Oesman. Bagaimana sebenarnya isu buku yang peredarannya dibatalkan, kendati sudah dicetak 10 ribu eksemplar oleh Gramedia itu ?

HARI ini, 39 tahun silam, meletus G 30 S yang tak habis-habisnya dibicarakan. Lebih dari 110 buku berbahasa Inggris dan 35 buku berbahasa Indonesia mengupas hal tersebut. Yang terbaru, Presiden Megawati meminta agar Mendiknas membuat buku tentang hal itu dan menunjuk sejarawan Taufik Abdullah memimpin tim penulis. Salah satu diantara ratusan buku G 30 S tersebut adalah memoar Dr Soebandrio. Soebandrio( almarhum ) merupakan orang yang sangat penting dalam sejarah G 30 S . Saat itu, dia merangkap tiga jabatan, Yakni, wakil perdana mentri I, mentri luar negeri, dan kepala Badan Pusat Intelijen (kini BIN). Tapi, tentu saja isi buku itu sangat subjektif. Sebab, semuanya murni versi Soebandrio. Dia menuturkan semuacerita tersebut antara Oktober 1999 hingga September 2000 selepas dibebaskan dari penjara. Berikut cuplikan memoar yang terfokus pada kejadian 30 September dan 1 Oktober 1965 yang dituturkan Soebandrio dengan gaya saya:

 

Kamis Kliwon, 30 September (persis dengan hari ini) 1965, setelah menyelesaikan tugas-tugasnya di Istana. Negara, Presiden Soekarno pulang ke Wisma Yaso ( kini Musium Satria Mandala ). Di sana, beliau bersama istri Ratna Sari Dewi. Sehari sebelumnya, Panglima AU Oemar Dhani melapor kepada Presiden Soekarno tentang banyaknya pasukan dari daerah yang masuk ke Jakarta. Beberapa hari sebelumnya, saya melaporkan adanya kelompok perwira AD yang tidak puas terhadap presiden. Mereka membentuk\ Dewan Jendral yang kabarnya akan melakukan kudeta. Bung Karno tahu, ada yang tidak beres pada elite pimpinan AD. Buktinya, beberapa hari sebelumnya, beliau memerintahkan Menpangad Letjen A.Yani menghadap presiden. Jadwal pertemuanya 1 Oktober 1965, pukul 08.00 WIB, di istana. Topik pembicaraanya; Isu Dewan Jendral. Rencana itu batal karena Yani dibunuh sekitar lima jam sebelumnya. Sementara itu, Pangkostrad Mayjen Soeharto sejak kamis siang menunggu anaknya, Hutomo Mandala Putera (Tommy Soeharto) di RSPAD Gatot Subroto. Tommy saat itu berusia tiga tahun dirawat di sana karena ketumpahan sup panas. Menjelang malam, Kolonel Abdul Latief ( Komandan brigade Infanteri Jaya Sakti, Kodam Jaya) menemui Soeharto di RSPAD Gatot Subroto. Berdasarkan cerita Kolonel Untung ( pengawal presiden Soekarno dari Cakra Bhirawa ) kepada saya ketika kami bersama-sama dipenjara di Cimahi, Bandung, seharusnya malam itu ada tiga perwira yang menemui Soeharto.Yakni, Latief, Untung, dan Brigjen Soepardjo (Pangkopur II Kostrad). Sebelum bertemu Soeharto, mereka rapat disuatu tempat. Akhirnya diputuskan, Latief yang menghadap Soeharto untuk melaporkan bahwa pasukan penangkap Dewan Jendral sudah siap bergerak. Latief lantas kembali menemui Untung dan Soeparjo yang menunggu di suatu tempat. Latief melapor kepada dua rekannya bahwa Soeharto berada di belakang mereka. Tentang dukungan Soeharto menangkap anggota Dewan Jendral itu diperjelas oleh cerita Untung kepada saya selama dipenjara. Katanya, pada 15 September 1965, dia mendatangi Soeharto. Meski tidak berada di satu garis komando, Untung dan Soeharto adalah sahabat lama saat mereka sama-sama di Divisi Diponegoro, Jateng. Jadi, itu pertemuan antar sahabat lama. Tapi, membicarakan masalah yang sangat penting. Di pertemuan itu, Untung melaporkan adanya isu Dewan Jendral yang akan melakukan kudeta. Untung lantas menyampaikan gagasan, akan mendahului gerakan Dewan Jendral dengan menangkap mereka lebih dahulu sebelum mereka bergerak. Ternyata Soeharto mendukung, bahkan siap membantu

mendatangkan pasukan. Karena itu, Untung meski divonis hukuman mati tenang-tenang saja. Dia mengatakan kepada saya, Pengadilan ini hanya sandiwara, Ban. Wong rencana saya didukung Pak Harto, katanya. Toh, akhirnya dia dieksekusi juga. Menjelang dini hari 1 Oktober 1965, Soeharto pulang dari RSPAD Gatot Subroto menuju ke Makostrad. Saat itu, sejumlah pasukan yang siap menangkap tujuh jendral sedang berkumpul di dekat Monas. Beberapa jam kemudian (1Oktober 1965). Tujuh Jendral itu benar-benar ditangkap dan dihabisi. Sebagian ditembak dirumah saat penangkapan, sebagian dibunuh di Lubang Buaya, Pondok Gede. Apa yang terjadi kemudian? Bagaimana Presiden Soekarno, DN Aidit, dan Oemar Dhani bisa berada di Halim (dekat Pondok Gede) pada pagi buta 1 Oktober 1965 ? Soebandrio memang controversial, baik sejak berjayanya dijaman Bung karno maupun setelah dipenjara Orde Baru. Dalam pengakuaanya kepada Djono W. Oesman, wartawan Koran ini, kontroversi itu juga bertaburan.

 

Berikut lanjutan penuturan Soebandrio.

 

PERTANYAAN penting dalam sejarah G 30 S adalah : mengapa di pagi buta 1 Oktober 1965 saat tujuh Jendral dibantai di Lubang Buaya, beberapa tokoh nasional berada di Halim ( dekat Lubangt buaya?) Berikut cuplikan memoar Dr.Soebandrio ( wafat 3 Juli

2004 ) yang ditulis antara Oktober 1999- September 2000 itu. Kawasan Halim pada dini hari itu seperti menjadi sentra berkumpulnya tokoh tokoh nasional sekaligus tempat pembantaian para jendral. Disana ada Presiden Soekarno, Menko / Ketua MPRS D.N.Aidit dan Menpangau Oemar Dhani. Mereka tidak berkumpul di satu tempat, juga tidak datang bersamaan, bahkan mereka datang kesana tanpa koordinasi. Bung Karno menjelang dini hari itu mendapat telepon, bahwa baru saja terjadi penculikan beberapa jendral. Malam itu beliau tidur dirumah Wisma Yaso bersama istri Dewi Soekarno.Begitu mendapatkan telepon, dia langsung berangkat dengan dikawal ajudan Parto yang sekaligus menjadi sopir. Dari Wisma Yaso mobil meluncur keutara menuju istana.Tetapi menjelang tiba diistana, tampak ada blokade jalan. Sejumlah pasukan bersenjata siaga dilokasi blokade. Ajudan Parto kaget.Tidak ada pemberitahuan kepada ajudan presiden bahwa ada blokade di sekitar istana. Menurut Suparto itu pasukan tak dikenal. Parto lantas mengambil inisiatif memutar haluan, mobil berbalik arah.Sebelum Bung Karno bertanya tanya, Parto mengatakan, sebaiknya kita ke Halim saja pak. Kalau ada apa apa dari Halim akan dengan cepat terbang ketempat lain. Bung Karno menurut saja.Dalam protokoler pengamanan presiden, jika pengawal merasa bahwa presiden dalam bahaya, pengawal harus secepatnya membawa presiden ke bandara.Dengan inisiatif Parto memutar haluan, berarti dia mengganggap presiden dalam bahaya. Setelah Bung Karno tiba di Halim, baru ajudan menjelaskan kondisi bahaya itu.Disana Bung Karno lantas ditemani Oemar Dhani selalu Menpangau yang bertanggung jawab terhadap keamanan bandara. Beberapa saat kemudian Brigjen Soepardjo ( Pangkopur II Kostrad ) yang tadi malam bersama Kolonel Abdul Latief dan Letkol Untung melapor ke Soeharto di RSPAD

Gatot Soebroto tentang persiapan pasukan penjemput para jendral, melapor ke Bung Karno. Soepardjo melaporkan, tujuh jemdral telah diculik. D.N.Aidit dini hari itu juga berada di Halim. Ini sungguh aneh.Aidit saat itu berada di sebuah rumah disekitar Halim.Dia tidak berada disatu tempat dengan Bung Karno dan Oemar Dhani. Beberapa hari kemudian saya didatangi istri Aidit. Dia berceritera bahwa pada Kamis 30 September 1965 malam, rumahnya didatangi beberapa tentara berseragam lengkap, suami saya diculik katanya. Dengan keberadaan Aidit di Halim pada dini hari dan cerita istrinya, bahwa dia dijemput tentara pada malamnya, biisa disimpulkan, bahwa malam itu Aidit dibawa tentara menuju Halim. Pagi itu, dari Pangkalan Halim Presiden Soekarno mengeluarkan instruksi yang disampaikan melalui radiogram ke Markas Besar ABRI. Isi instruksi tersebut: semua pasukan harap stand by di posisinya masing2.Semua pasukan hanya boleh bergerak atas perintah saya selaku presiden dan panglima tertinggi ABRI.Semua persoalan akan diselesaikan pemerintah/presiden.Hindari pertumpahan darah. Saat itu Bung Karno hanya mendapatkan informasi, bahwa 7 jendral tersebut dibunuh. Instruksi itu lantas disambut Soeharto dengan perintah agar Letkol Untung dan kawan kawan ditangkap secepatnya. Jelas, hal itu membingungkan Untung.Dia sudah melapor ke Soeharto soal Dewan Jendral yang akan melakukan kup dan menyampaikan gagasan mendahului geraksan Dewan Jendral dengan menangkap mereka. Semua itu didukung Soeharto.Bahkan Soeharto memberikan bantuan pasukan dari Kodam Siliwangi. Sekarang Soeharto malah memerintahkan agar Untung ditangkap. Hampir bersamaan dengan keluarnya instruksi Presiden Soekarno, Soeharto memanggil salah satu ajudan Bung Karno Bambang Widjanarko yang berada di Halim agar segera menghadap dirinya di Makostrad. Di Makostrad Bambang diberi tahu Soeharto agar Presiden Soekarno dibawa pergi dari pangkalan Halim. Sebab pasukan dari Kostrad dibawah pimpinan Sarwo Edhi Wibowo sudah disiapkan untuk menyerbu Halim. Saat pesan ini disampaikan Bambang kepada Bung Karno, jelas Bung Karno geram sekaligus bingung.Instruksi Bung Karno agar semua pasukan stand by di posisi masing2 ternyata tidak ditaati Soeharto.Sebaliknya Soeharto malah memerintahkan agar Soekarno menyingkir dari Pangkalan Halim. Bung Karno lantas meminta nasihat para pembantu

militernya. Brigjen Soepardjo mengusulkan agar Bung Karno terbang ke Bali,.Menpangau Oemar Dhani mengusulkan terbang ke Madiun, Jatim. Wakil Perdana Menteri II Leimena yang pagi itu sudah berada disana mengusulkan, langkah paling hati hati adalah ke Istana Bogor lewat jalan darat.Sebab jaraknya paling dekat dengan Jakarta dan naik pesawat sangat berbahaya terhadap kemungkinan tembakan. Dari berbagai usul itu Bung Karno menganggap bahwa dirinya memang sedang dalam bahaya.Akhirnya dia

memutuskan menuju Istana Bogor lewat darat. Rangkaian peristiwa tersebut bergerak sangat cepat dan detik ke detik, dari menit kemenit.Sulit dibayangkan, bagaimana mungkin posisi presiden bisa begitu terdesak hanya dalam beberapa jam akibat penculikan para jendral yang bagi presiden Soekarno saat itu belum jelas dilakukan oleh siapa. Beberapa saat setelah Bung Karno meninggalkan Halim, pasukan dibawah pimpinan Sarwo Dhie Wibowo memang bergerak ke Halim menyerbu pasukan penangkap dan pembunuh para jenderal ( djono w. oesman ) Kita berdoa : Semoga nubuat Daniel 12:4, apa yang belum terungkap, akan terungkap diakhir jaman ini, Siapa Dalang Peristiwa Berdarah Ini????

 

Dilayani oleh : Bambang Wiyono

Berita Jawa Pos 1 dan 2 Oktober 2004

 

 

About these ads

Responses

  1. Dr. Soebandrio merupakan pelaku sejarah yang benar-beanar ada. Semua cerita dan juga pengalamanya dalam buku PENGAKUANKU TENTANG G30S merupakan inspirasi baru dalam sejarah indonesia.
    Seperti layaknya bumi yang terbalik dan juga mentari yang terbit dari ufuk barat pengakuan DR. SOEBANDRIO tentang G30S/PKI. Dimana buku itu menceritakan sejarah yang sangat berbeda dengan sejarah orde baroe.
    PKI yang selama ini menjadi musuh bagi setiap jiwa ORANG INDONESIA ternyata dicekal oleh DR. SOEBANDRIO. Penyekalan itu membuat angin segar bagi sejarah yang telah di pelintir habis-habisan oleh orde baru. Kini kita semua yang harus ikut serta meluruskan kebenaran sejarah itu.

  2. Soeharto sudah mati tetapi kekayaan hartanya yang disedot dari uang negara(rakyat) bisa hidupin 7000 turunan, mudah-mudahan Soeharto masuk neraka jahanam biar mampusssssss…..hahahaha

    • DASAR LOOOCH KAMPRET……..

  3. “kita di buat bingung oleh banyaknya pengakuan ini dan itu.terlalu banyak yg ingin jadi pahlawan.yang jelas PKI itu biadab dan tak berprikemanusiaan.awas jangan terkecoh permainan pki gaya baru.”

  4. pelurusan sejarah agar terus dilakukan,biar kami ini tidak kebingungan
    persi yang mana benar dan salah. Sepatutnya Pemerintah segera meliris fakta sejarah yang benar. bisa kita lihat sekarang beginilah generasi generasi kita yang selalu bertindak atau berkelakuan yang kurang benar, karena kita bingung akan sejarah dan jati diri kita.

  5. Soeharto itulah yang iblis Biadab. Jalas2 dia yang jadi otak dan dalang pembunuhan para jendral itu. DIA DAH MAMPUSSSS!!!!! DAN SEKARANG SEMUA TURUNANNYA HARUS DIMUSNAHKAN SAMPAI 7000 TUURUNAN. TERLALU si HARTO IBLIS NERAKA ITU!!!!!!! 32 taon dia sebarin fitnah BERAPA SAJA YANG JADI KORBAN FITNAHANNYA ITU!!!!!!!!!!!!!!!! BUNUH SEMUA TURUNAN HARTO!!!!!!!!!!!!!!!

  6. HARTO DAH MAMPUS TERKUTUK DI NERAKA, SOKOR KOWE. SEKARANG BUY GAK DIBUNUH SEMUA TURUNANNYA JANGAN TERSISA SATUPUN. JIKA TURUNANNYA GAK DI BUNUH, INDONESIA GAK AKAN PULIH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  7. yang nyuruh bunuh
    turunan suharto berarti turunan pki ya?

  8. SUHARTO PASTI BELAJAR SEJARAH TENTANG KEN AROK DAN KEBO IJO, KEBO IJO KENA FITNAH KEN AROK, KEBO IJO DIADILI/DIBUNUH KRN DIDAKWA MEMBUNUH RAJA SINGOSARI, PADAHAL YG MEMBUNUH KEN AROK ! LALU BERKUASALAH KEN AROK DARI HASIL FITNAHNYA !

  9. LALU…SEMENJAK SUHARTO BERKUASA, DI SEKOLAH2 ADA PELAJARAN SEJARAH, NAMANYA ‘PSPB” ARTINYA PARA SISWA PADA BINGUNG TENTANG SEJARAH BANGSANYA SENDIRI !

  10. hanya orang2 PKI yang percaya sama memoar subandrio…..

  11. INGAT….SEKARANG PKI INGIN BANGKIT KEMBALI DAN INGIN MEMUTAR BALIK FAKTA…DGN MEMBUAT BUKU PUTIH…..TAPI INGAT INDONESIA TDK AKAN PERNAH TERPEDAYA OLEH KOMUNIS BIADAB…..BIAR 1000 SUBANDRIO MEMBUAT MEMOAR TTG PKI, TAPI BANGSA DAN RAKYAT INDONESIA TETAP WASPADA DAN ANTI KOMUNIS SAMPAI KEAKAR2NYA…….BASMI KOMUNIS….KALIAN YG ASAL KOMENTAR MUNGKIN ADALAH ANTEK KOMUNIS YG HRS DIBASMI…..

    • yg bagaimana bentuknya pki gaya baru lo bisa jelaskan, kalau tidak lo yg bakal jadi abu alias menanggung semua yang kau ucapkan camka itu

  12. KOMUNIS ALIAS PKI HARAM SELAMA2NYA DI BUMI INDONESIAKU…….

  13. Saya tidak menghendaki pki hidup di Indonesia, ajaranya memang bagus kita harus sama rata sama rata yang intinya harus berjiwa sosialis, tapi mereka kurang mengenal tuhan (atheist.red) sehingga dalam mewujudkannya bisa dengan cara membunuhpun mereka lakukkan, karena mereka tidak mengenal dosa.
    Yang saya rindukan saat ini adalah Haha kepemimpinan rasulallah yang tidak gila kekuasaan tapi lebih mementingkan umatnya/rakyatnya.

  14. alah pd sok tahu semua jelas2 pki itu iblis malah nyalahin pak harto,berarti anda adalah turunan pki yg gak punya agama alias iblis laknatulloh

    • isone ngomong iblis laknatulloh ,wong seng kowe iku co2k di arani komunis

  15. Au ah… dr pada pusing…. liat aja militer di zaman sukarno dan zaman suharto dari segi unit tempurnya… kemana kiblatnya…. teruuuus dilanjut dengan unit tempur saat megawati memimpin indonesia,,,, kenapa dewan jendral ingin melakukan kudeta??? jelas aja… karna TNI anti soviet dan paham komunisnya…

  16. hnya turunan pki yg percy celotehan untung,aidit jg soebandrio….. Ganyang pki…..sejahat-jahatnya kaum yahudi masih lbh jahat lg pk jg turunannya….jaya indonesiaku….

    • sekarang gini aja ,kita liat sejah di kampung2 pki membunuh atau pki yg di bunuh nanti kita tau, siapa sebenarnya yg pantas di sebut pki

  17. kalau belum mengerti fakta sejarah sebenarnya jangan mudah menjustifikasi…kita anak muda sekarang tidak mengalami langsung peristiwa itu hanya meendengar cerita dan putaran2 video manipulasi..setiap fakta yang sudah dituliskan haruz disinkronkan,,,sehingga akan didapat simpulan dengan banyak sumber pendukung objektif..barulah kita bisa menjustifikasi…sekali lagi kita haruz mendengar dan menganalisa serta menghormati penuturun para pelaku sejarahnya langsung…krn merekalah sumber yang tersisa…kita tidak mengalami semua kekejian itu sekarang…jadi tidak perlu haruz memaki2 dan mengumpat yg tidak jelas…anak muda adalah cerminan bangsa…maka mari kita beri cermin yg terbaik..;)

  18. ini kok pada ributtttttttt ya……………..yang itulah yang inilah dasar koplax,……..yang ateis lah,..skr ini dah banyak yang ateis yang muslim cuman ktp doang, yang kristen kagak pernah ke gereja, pokoke yang punya agama kagak pernah ke tempat ibadah masing2 apa bedanya loe..loe pada dasar, kalo comment gak pake otak.

  19. LUMRAH DALAM SEBUAH REVOLUSI

  20. sejarah tidak pernah bohong karena disaksikan alam sekitar dan mahluk ALLAH SWT lainnya seperti setan, jin, tumbuhan, batu dll biarlah alam yang meluruskan sejarah bangsa INDONESIA ini, amin.

  21. hahahahahahahaha

  22. WALAUPUN ORDE BERUBAH BERKALI2, NAMUN SEJARAH DUNIATELAH MENCATAT BAHWA KOMUNIS DI DUNIA ADALAH BIADAB…TERMASUK DI INDONESIA KOMUNISLAH DALANG DARI SEMUA KEBIADABAN INI.. INGAT ..BUKAN HANYA KEBIADABAN PKI THN 1965, TAPI KEBIADABAN PKI TAHUN 1948 JUGA PERLU DICATAT..DAN BETUL SEKALI BAHWA HANYA ORANG2 KETURUNAN KOMUNISLAH ALIAS PKI YANG PERCAYA MEMOAR SUBANDRIO DAN SEMUA YG INGIN MEMUTIHKAN KEBIADABAN PKI ……..INGAT KAWAN……. KOMUNIS TIDAK AKAN HIDUP DI BUMI INDONESIA….WASPADALAH….KETURUNAN KOMUNIS/PKI INGIN MEMBERSIHKAN NAMA BAIK ORANG TUA MEREKA YG SUDAH MAMPUS DI NERAKA

  23. SDR VON DEN MULLER DAN VAN DEN LICH….mungkin anda berdua adalah anak2 keturunan Komunis/PKI yang sangat membenci pak Harto, karena orang tua anda adalah komunis biadab sdh berada di Neraka jahannam……..

  24. pemuda skarang bisanya cuma bikin sjarah yang tdak masuk akal.contoh.rapat tentang membunuh para jendral tidak mungkin di laporkan pda soharto.apa untung,aidit,subandrio orang bodoh mau membuka rapat rahasia

  25. kalo gak ada Suharto, kita sekarang komunis, teror terjadi dimana2, pembunuhan sadis oleh PKI dianggap bagian dari revolusi… however…. jasa Suharto sangat besar dan tidak bisa diabaikan begitu saja.. JASMERAH

  26. Percayalah, “Siapa yang menabur maka kelak akan menuai.”
    Terlepas dari siapa yang benar dan salah, percayalah suara batin tak pernah berdusta. Jadi jangan ada yang saling menghujat bahkan dendam atas suatu peristiwa, tetapi jadilah bijaksana. Dengan demikian kita dapat menilai dan menyimpulkan untuk merubah negeri ini diawali dari batin yang iklas dan pikiran yang fokus dan positif.
    Merdeka…!!!

    • Bodoh semua anak bangsa ini kalau cuma berkutat pada peristiwa PKI yang jelas-jelas abu-abu. gak usah cari siapa yang salah siapa yang benar, yang jelas idiologi komunis tidak semua jelek, misal mengenai sama rasa kalau kita telaah lebih jauh itu bagus banget, disana ada rasa sosialisme dan solidaritas yang tinggi. Menenai sama rata itu juga sangat bagus kalau kita terapkan untuk pembangunan jalan, maksudnya untuk daerah pusat pemerintahan dan daerah bukan pusat pemerintahan, toh kaki kita butuh jalan yang sama. Mengenai idiologi bojomu bojoku kalau kita telaah secara kebahasaan itu juga sangat benar dan cukup bagus, lebih jelasnya begeni ” BOJOMU YANG MEMANG ISATRIMU kalau BOJOKU YA MEMANG ISTRIKU” Mengenai idiologi ATEIS itu juga gampang Jangan buang semua buang aja E nya kan sudah jadi ATIS itu kan bagus untuk pemimpin kita. kalau pemimpin kita bertangan atis kan semua urusan jadi selesai. gitu aja repooooooooot

  27. Pada dasarnya PKI adalah serikat buruh tani,kenapa berlambangkan kampak dan arit,karena mereka adalah buruh tani yg di tindas dan di rampas haknya oleh belanda,zaman dahulu sudah ada yg namanya serikat buruh,pada waktu itu serikat buruh lah yg memegang kendali bangsa ini,di bentuklah tentara bersenjata untuk mengamankan bangsa ini,

    tetapi ada pihak yg mau merebut kekuasaan soekarno/menggulingkan sukarno dengan cara yg halus tapi rapih,

    karena PKI sedng berjayanya merdeka melawan penjajah belanda,ada yg mengambil kesempatan untuk menggulingkan sukarno dengan mengkambing hitamkan PKI Dan gerwani.yg lebih jelas pasca orde lama di gantikan orde baru kenyataan yg dialami di masyarakat tidak bisa berbuat apa apa,bahkan serikat buru pun dalam kekuasaan para penguasa.dan pengusaha ada pembentukan ormas saja di tangkap dan dibuarkan.

    “Kesimpulannya jangan menyalahkan siapa atau siapa.beginilah penerus bangsa yg ga pernah merasa berjuang tetapi katanya yg sudah merdeka belum merasakan kemerdekaan itu sendiri.karena fikirannya masih di jajah melebihi penjajahan yg katanya 3,5 abad,
    =mas-m’ba= pernah berpikir ga?? Kekayaan indonesia berlimpah ruah kenapa bukan bapa atau engkong kalian yg mengelolah hasil bumi,sumber daya alam,minyak bumi.bahkan masi banyak lg yg kaga di sebutin semua,kenapa bangsa lain yg jadi bosss di negeri kita sendiri ,bahkan kita pada jadi kulinya di negeri sendiri,dalam film G 30 S/PKI cuma 1 yg bener…
    Yaitu:darah itu merah jenderal. Yg lain cerita bohong kan udah di jelasin semua sama Dr.forensik atas jendral yg dibunuh luka tembak atau tewas penyiksaan.

    Sekarang kita jangan menaruh dendam,entah sama PKI,entah sama SOEHARTO,yg jelas itu sejarh bangsa kita,ber CERMIN lah pada sejarah bangsa kita,sebagai penerus bangsa mari kita bangun bersama bangsa ini ambil kembali kekayaan alam kita jangan dimakan sendiri liat di sekeliling kita sejahterakan mereka seperti alam yg kita punya yg katanya paling kaya hasil alamnya …

  28. Aku RRI,sama TVRI ajalah yg penting indonesia

  29. simpang siur sejarah pki

  30. Saya ikut komen ya,, saya bukan pembela PKI maupun pembela orde baru atau SOEHARTO,, Yg saya mau utarakan disini adalah analisa saya mengenai kejadian G30S , yang kalau menurut hemat saya adalah masalah intern TNI AD sendiri yg pecah kongsi di dlmnya,, terlebih lg pd jaman itu banyaknya penghasut yg mempunyai kepentingan politik yg memanfaatkan situasi politik indonesia pd saat itu,, CMIIW,,,


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: