Senin, 26/5/2008 | 21:59 WIB
JAKARTA, SENIN – Filolog Prof Dr Stuart Robson dari Monash University mengungkapkan bahwa Nagarakrtagama yang mendapat pengakuan sebagai Memory of the World dan sertifikatnya diterima Kepala Perpustakaan Nasional RI Dady P Rachmananta dari Unesco, Senin (26/6), bukan judul/nama asli yang diberikan Mpu Prapanca. Nama asli yang diberikan Mpu Prapanca adalah Desawarnana.”Mpu Prapanca memakai nama asli Desawarnana yang berarti deskripsi daerah-daerah, karena isi teks bagian yang penting dari karya itu memuat tentang hal itu. Namun demikian, sejarawan di Indonesia dan di luar negeri terlanjur mengenal karya sastra agung sebagai Nagarakrtagama,” kata Stuart Robson, pada acara Talk Show di Perpustakaan Nasional, Senin (26/5).
Robson yang 40 tahun lebih meneliti teks-teks Jawa Kuno menjelaskan, Nagarakrtagama adalah karya luar biasa yang tidak ada bandingannya. Bahkan boleh disebut unik dalam khasanah sastra Jawa Kuno. Bukan hanya soal keindahan, melainkan juga perhatian pengarangnya terhadap lingkungannya dan riwayatnya yang disampaikan mengenai kejadian yang disaksikan sendiri. Baca Lanjutannya…